Bagian 24

1393 Kata

Rahma dan Alby masih di rumah sakit menemaniku, sementara Naya sejak tadi menjauh dari jangkauan Teguh, terlihat sekali ketakutan di wajahnya tidak dapat disembunyikan. "Mba pulang saja, istirahat dulu!" Aku mendekati Naya. Ku lihat tangannya bergetar, ia lebih banyak menunduk, apalagi ketika Teguh mendekat, ia akan memegang tanganku erat. Aku sungguh sangat benci melihat wajah kakak sepupu suamiku itu. Pada raut wajahnya tak sedikitpun ku temukan penyesalan, sekilas ku lihat ia mencuri pandang ke arah Naya. "Aku justru takut pulang ke rumah, Ran. Di sana sendirian, soalnya anak-anak sudah dititipkan pada tantenya." Aku menghela napas, sebetulnya selama dua Minggu kepergianku kemarin, aku tidak tahu apakah keluarga sudah mengetahui atas tindakan yang Teguh lakukan? Semua nampak biasa sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN