Bagian 20

1387 Kata

POV Ranisa Aku memilih untuk keluar dari kamar ini, membiarkan mereka menyesap kedamaian setelah bertahun-tahun terus bersitegang. Pada akhirnya, aku tak pernah tahu mengapa masih tegar berdiri sampai di titik ini, berulang kali aku ingin pergi tapi nyatanya masih saja terjebak di sini, pada sebuah keadaan yang bertentangan pada prinsipku sendiri. Hingga detik ini aku tidak tahu anak siapa yang sedang dikandung Naya, sikap Mas Arya yang diam seolah membenarkan apa yang sudah terjadi. Rasanya ingin aku mengasihani diri sendiri, kenapa sebegininya menjadi seorang wanita. Dibohongi, tersakiti dan juga mungkin mandul. Ingin aku marah pada semua orang, tapi tak bisa sama sekali aku mengungkapkannya. Hingga pada akhirnya aku terjebak pada rasaku sendiri. Ada luka yang rasanya tak perlu lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN