Samuel segera menarik tangannya dari Nafelly. Tidak dapat dipungkiri, pipinya memerah karena gairah. "Kau menipuku, kan? Kau tidak terkena panik attack, kan?!" Nafelly tersenyum miring. Dia segera memeluk Samuel kembali. "Yang pasti, perasaanku padamu selalu jujur," katanya sambil menjilat bibir bawahnya dan mengusap punggung Samuel. Samuel merinding dan segera mendorong Nafelly. "Hentikan! Jika Alberto datang, dia pasti akan menyalahkanku!" "Mari selesaikan sebelum Alberto datang." "Apa?! Hey!!" Samuel tersentak saat Nafelly memegang kejantanannya dengan ringan. Samuel segera memegang tangan Nafelly dan memelototinya. "Hentikan!! Apa kau gila?!" "Aku selalu gila," balas Nafelly sebelum duduk di atas tubuh Samuel dan mencium bibir Samuel dengan ganas. Samuel melotot melihat kelakuan

