"Ning, kalau kamu mau ambil aja!" ucapku setelah Ningsih membuka satu persatu hadiah yang berada di kotak besar itu. "Eh, jangan dong. Ini dia sengaja beli buat Teteh loh!" "Ya, ngapain juga aku simpan?" "Emmm … kalau menurut aku mending gini deh. Ini simpan aja di kotaknya, simpan di tempat mana pun. Nah, kalau emang barang-barang ini bikin sepet mata, boleh deh aku ambil." "Kenapa gitu?" "Dengan begini, Teteh bisa menerima semuanya dengan ikhlas. Tanpa ada rasa dendam, kesal, dan amarah dalam hati." "Hmmm … ya udah, aku simpan di kolong ranjang aja." "Nah, sekarang gimana kalau kita jalan-jalan ke luar?" usulnya kemudian. "Emang kamu gak ada kelas?" "Ada kok, nanti siang. Teh Queen?" "Aku bolos dulu deh!" "Oke, gimana?" "Emmm … gimana, ya? Aku gak pede keluar dengan mata beng

