Sebelum memutuskan pergi ke kos aku mampir ke sebuah toko buku. Aku masih ingin memberikan sesuatu untuk kak Iman sebagai tanda terima kasih. Selama di kelas ini yang terus kupikirkan hingga akhirnya terbesit untuk membelikannya sebuah buku. Buku novel terjemahan bergenre fantasi menarik perhatianku. Entah, aku pikir pria akan selalu suka dengan cerita seperti ini dibanding dengan yang berbau romantis. Kubeli satu untuknya dan untukku. Namun, kepalaku mengingatkan akan kejadian saat aku meminta maaf pada Kak Iman dan dia menolak mentah buku pemberianku. Emmm ... tapi dulu kan karena dia tak lihat sama sekali apa isinya. Harus kucoba agar tahu dia suka atau tidak. Setelah mendapatkan buku tersebut, aku segera ke kasir untuk membayar. Tiba-tiba mataku menangkap gantungan kunci berbentuk a

