Jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Setelah mengisi perut, aku segera bersiap untuk pergi ke kampus. Hari ini aku mengenakan celana kulot serta tunik yang panjangnya melebihi lutut. Sedangkan untuk penutup kepala, aku menggunakan pashmina instan yang tinggal pakai tanpa perlu membelit-belitnya. Ku masukkan ponsel serta dompet juga beberapa buku pelajaran hari ini ke dalam ransel kemudian segera menggendongnya. Pagi ini aku siap berangkat kuliah dengan semangat penuh. Iqbal menunggu di depan kosannya. Ia langsung mengiringi jalanku begitu aku keluar dari gang dekat kosannya. Ku perbesar sedikit langkah agar tidak terlalu dekat dengannya, tapi Iqbal terus saja menyamakan sehingga kaki berjalan beriringan. "Iqbal, bisa gak jangan deket-deket?" "Deket-deket gimana? Biasanya juga g

