55

1207 Kata

Nadin dan Nadia telah pergi terlebih dahulu sejak tadi. Nadia yang terus mengajak Nadin, dia gak enak katanya tidak berjilbab sendiri. Karena rata-rata orang lain sudah berhijab. Aku tetap duduk di tempat sampai semua orang benar-benar membubarkan diri. Teh Aisyah baru menyadari keberadaanku saat ia memutuskan untuk beranjak dari tempatnya. Ia menghampiriku dengan senyuman mengembang di wajahnya. "Queen, masyaallah. Semoga istiqomah, ya!" ujarnya begitu melihatku. "Iya, Teh. Aamiin," jawabku segera. "Sejak kapan?" "Baru hari ini, Teh." "Sejuk liatnya loh. Kamu makin cantik!" "Ah, Teteh bisa aja! Aku masih harus banyak belajar dari Teh Aisyah." "Kita belajar sama-sama ya, Queen!" "Oh ya, Teh. Aku ingin banyak belajar salat sunat." "Boleh. Nanti aku bantu bimbing. Siang ini aku ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN