Dengan sedikit berlari aku segera menuju kampus. Tentu saja, setelah sebelumnya menyiapkan semua alat tulis ke dalam tas dan beberapa buku ku genggam. Untunglah jarak kos ke kampus hanya butuh lima menit berlari. Saat aku hampir sampai kelas, tiba-tiba seseorang menabrakku. Eh, aku yang menabraknya. Ah, entahlah yang pasti kita tabrakan karena sama-sama sedang terburu-buru. "Maaf," ucap orang yang sangat kukenal suaranya. Yang mampu meredakan amarahku padahal tadinya aku sempat hendak memaki karena nyaris terlambat. "Eh, gak apa-apa, Kak!" jawabku segera seraya merapikan jilbab yang sedikit rusak karena peristiwa tabrakan tadi. "Eh, Queen?!" tanyanya senang bercampur kaget. Aku hanya tersenyum membalas. "Masyaallah. Semoga istiqomah, ya! Maaf aku sedang buru-buru. Aku duluan!" pamit

