"Queen, kamu akhir-akhir sering melamun. Apa ada masalah? Alangkah baiknya jika kamu cerita berbagi beban sama kita. Tapi kalau mau simpan sendiri juga gak apa-apa, hanya saja menyelesaikan masalah sendiri itu berat," ujar Nadin, saat kami duduk di balkon memandang taburan bintang di langit yang cerah. Aku menatap Nadin sebelum menjawabnya. Dia menanyakan hal itu dengan serius, begitu juga dengan Nadia. Seolah mereka memang sudah mendiskusikan untuk menanyakan hal ini bersama. "Iya kah? Aku gak ngerasa gitu," jawabku apa adanya. Memang aku tak merasa seperti yang mereka kira. "Aku sudah memperhatikan kamu sejak lama sebetulnya, tapi satu minggu terakhir kamu lebih banyak melamun dan merenung. Ya, kami rasa kamu memang sedang ada masalah," tambah Nadia. "Aku memang merasa kosong di dala

