67

963 Kata

Sore hari, setelah kepulangan Nadin dan Nadia, aku mengajak Kautsar bersepeda. Sambil jalan-jalan sore berkeliling kompleks menyapa tetangga. Hingga sudah penat berkeliling aku kembali pulang ke rumah. Sebuah motor matic yang sangat kukenal terparkir di depan rumah. Seseorang ada di sana, sepertinya dia sedang mengobrol dengan bunda. Sepertinya dia memang jarang berkunjung, aku tak begitu tahu. Aku menguping percakapan mereka di teras. Rasanya aku tak berani masuk. "Maaf ya, Sayang. Sepertinya bunda gak bisa hadir. Nanti bunda paketkan hadiah dari bunda kamu kirim saja alamatmu, ya!" "Gak usah, Bunda. Gak perlu repot-repot. Aku ke sini hanya minta doa dari Bunda. Bagaimanapun Bunda juga ibuku." "Semoga Allah mudahkan segala urusanmu ya, Sayang. Selalu sabar dan tabah ya! Bunda ingin b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN