68

562 Kata

Dengan berat kuseret kaki ini untuk melangkah mendekatinya. Jangan sampai dia menunggu semakin lama hanya karena rasa gugup ini. Satu langkah, dua langkah, perlahan semakin mendekat. "Eh, Queen baru sampai?" tanyanya begitu sadar akan kedatanganku. "I-iya. Maaf ya, Kak, aku telat." "Gak apa-apa. Aku juga baru sampai, kok!" "Iya nih, tadi angkotnya ngetem lama banget." "Ah, aku yang salah. Harusnya aku jemput kamu." "Hah?" "Sebentar aku pesankan minuman dulu. Mau minum apa?" "Cappucino aja, Kak." "Mau sekalian makanannya?" "Emmm … gak usah deh!" "Oke, tunggu sebentar, ya!" Kak Iman memanggil seorang waiters. Ia memesan dua minuman untukku dan untuknya. Kemudian kembali menghadap ke arahku setelah waiters itu pergi. Tiba-tiba kecanggungan menyelimuti atmosfer di sekitar kami. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN