60

1284 Kata

Setelah cukup lama mengobrol ini itu tentang Iqbal, aku memutuskan pulang. Ya, seperti yang lainnya Nadin pun jadi banyak tanya tentang Iqbal padaku, tentang bagaimana kedekatan kami awalnya. Aku pun menjawab seperti biasanya, menceritakan sedetail-detailnya. Sesampainya di kos aku membuka ponsel pintar seraya merebahkan badan. Kucari pesan dari Iqbal, ternyata sudah cukup lama kami tak berkomunikasi. Terakhir ia menelpon adalah saat mengajak pulang minggu lalu. Ah, ya. Apa minggu ini dia pulang lagi? Dia pulang kan karena bunda?! Aku pun menimbang-nimbang untuk pulang atau tidak. Jika kebetulan dia pulang juga, mungkin nanti aku bisa bertemu dan mengobrol perihal Nadin. Sesekali dekat dengan dia gak apa-apa deh! Tiba-tiba masuk pesan dari nomor tanpa nama. [Queen, sudah baca grup hij

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN