Tidak dapat menafikan, jika penampilan Alena cukup membuat Morgan terpukau malam ini, meski gesture tubuh gadis itu tampak malu-malu ketika berhadapan dengannya, tidak sama sekali mengurangi pesona gadis yang saat ini telah membuat hari-hari selama bersama kian berkecamuk. "Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh?" Morgan mengerjap lamban lalu bergegas alihkan tatapan ke arah lain. Saking fokus menatap presensi Alena, Morgan lupa menyadari jika dia telah terang-terangan menunjukkan kekaguman pada gadis itu. "Kita berangkat sekarang?" Alena mengangguk, kemudian membawa langkah kaki yang berbalut heel setinggi lima centi mendekat pada Morgan. Rasa sakit pada kaki yang cedera, tidak menganggu sama sekali. Mungkin karena tadi Alena sempat mengoles cream yang mengandung obat bius di

