Bab 13

1048 Kata

Morgan menatap Jovan yang tengah menuang sampanye sembari bersedekap. Raut ketenangan dia bentuk sedemikian rupa pada ekspresinya. "Aku senang bisa kembali ke tanah air lebih cepat daripada ekspetasi." Morgan tidak menanggapi, ekor matanya masih terus menyisir tanpa henti postur tubuh di hadapannya ini. "Beberapa Minggu di Australi, bikin aku benar-benar rindu untuk cepat kembali." "Rindu tanah air atau rindu seseorang yang ada tanah air?" Pada akhirnya, bibir yang sejak tadi terkatup lantas bertanya penuh selidik. Entah mengapa ucapan Jovan ketika sampai di telinganya memiliki konotasi terselubung. "Hmm, memang siapa yang boleh kurindukan di sini? Ada kisi-kisinya tidak?" Morgan memutar jengah bola mata ketika tatap mata Jovan justru mengerling jahil kepadanya. "Tidak tahu. Memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN