Bab 10

1006 Kata

Perut Alena melilit karena cacing-cacing di dalam lambungnya kelaparan, itu terjadi karena Alena melewatkan makan malamnya tadi. Tatap matanya terangkat memandangi jam dinding yang rupanya sudah menunjukan pukul dua belas malam. Seluruh persendian seakan lemas memandangi benda bulat itu. Saat ini dia sedang menyesali waktu yang terlewati, seharusnya dia tidak ketiduran sehingga tidak tertinggal jam makan malam, dan tidak akan kelaparan tengah malam begini. Kalau sudah begini bagaimana? Mustahil kalau harus pergi ke lantai dasar untuk membeli makanan, Morgan tidak akan memberikan izin padanya. Alena bergerak menuruni ranjang lalu memakai sandal berbulu halus di kakinya, ia tahu harus apa sekarang. Berjalan pelan kemudian menekan tuas pintu untuk membukanya, tidak lebar hanya sedikit. Meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN