Sosok Yuna

910 Kata
Pov Liza Cup. Aku mengecup bibir suamiku sekilas yang langsung membuat pria itu terdiam mematung . Wajahnya terlihat memerah entah kenapa . Ia menaikkan tangannya memegangi bibir yang sudah kucium barusan . Tak ku sangka suamiku justru mendekatkan tubuhnya padaku dan menempelkan bibir lembutnya pada bibirku . Deg... Irama jantungku berdetak semakin cepat , saat ia mencumbu bibirku bagai sebuah candu.Begitupun dengannya aku bisa merasakan suara detakan jantungnya yang begitu kencang. Aku pun mulai larut dalam permainan itu , aku pasrah saat suamiku mendorong tubuhku dengan pelan ke kasur .Ia terus mencumbu bibirku seraya memposisikan tubuhnya berada di atasku .Suamiku tetap menahan beban tubuhnya agar tidak sampai menindis perutku . Suamiku menciumi leherku berusaha membuatku terangsang . Bruk ....aku langsung mendorong tubuh suamiku hingga membuat ia tersungkur kelantai . Aku refleks melakukan hal itu saat melihat kak Yuna berada diambang pintu sedang memperhatikan kami yang sedang b******u mesra . Kak Yuna tersenyum kearah ku , sementara suamiku malah meringis kesakitan karena punggungnya yang terbentur dilantai . " Bilang bilang dong Li , nolak sih boleh , tapi jangan langsung ngedorong juga, sakit tau " Ucap suamiku kesal . Aku membantu suamiku yang sedang memegang punggungnya kesakitan untuk berdiri .Suamiku masih membelakangi Kak Yuna , ia bahkan tak sadar jika kak Yuna sedari tadi memperhatikan aksi kami . Aku beberapa kali mengisyaratkan menyuruh suamiku untuk menoleh ke arah belakang . " Ada apa sih Li ? " Tanyanya dengan raut wajah kesal . Aku geram karena suamiku belum juga mengerti dengan isyaratku .Padahal aku beberapa kali menunjuk ke arah belakang menggunakan daguku . " Kak Yuna ada disini " Bisikku pelan agar tak terdengar oleh Kak Yuna yang masih terdiam diambang pintu . Suamiku langsung membalikkan tubuhnya kearah belakang , ia membelalakkan matanya tak percaya jika sedari tadi ada seseorang yang mengintipnya . " Lo ngapain na berdiri disitu , seharusnya Lo ngomong kalo ada disitu " Ucap suamiku seraya merapikan salah satu kancing kemejanya yang terbuka . " Maaf Ar , gue cuman gak mau ngeganggu kalian .Makanya gue diem aja andai aja Liza gak ngeliat gue mungkin kalian udah gituan didepan kedua mata gue yang masih suci ini " Ucap Kak Yuna yang sepertinya merasa sangat malu . " Lagian Lo sih na , pagi - pagi gini masuk kekamar orang , mana gak ngetuk pintu dulu lagi " Ucap suamiku seraya mengacak anak rambut kak Yuna . Kak Yuna hanya tersenyum mendapat perlakuan manis itu . Aku hanya terdiam melihat kedekatan mereka, jujur saja kak Yuna yang berparas cantik serta berperawakan itu membuatku merasa agak tersaingi . " Li maaf yah , aku langsung masuk kamar kalian soalnya tadi Bi Mina bilang kalo kamu lagi sakit .Karena aku khawatir banget jadi aku langsung ke kamar aja deh " Ucap Kak Yuna seraya memegangi kedua tanganku . Wanita itu benar - benar terlihat sangat manis ditambah dengan bentuk wajahnya yang kecil ,kulitnya yang putih bagaikan orang Korea bahkan bentuk tubuhnya pun sangat indah meskipun terbilang sangat kurus dan tidak ideal karena tinggi tubuhnya sekitar 168 cm dan berat badannya yang kurang dari 50 kg. Aku berusaha tersenyum menatap kearahnya " Gak papa kok kak , makasih juga karena kakak sudah menghawatirkanku" Jawabku seraya menepuk bahu Kak Yuna . Suamiku hanya mengacak rambutnya Frustasi , ekspresinya benar - benar tak karuan . Sepertinya ia sangat merasa terganggu karena aksinya terhenti begitu saja .Aku hanya bisa tersenyum melihat kearahnya yang sedang memasang ekspresi kecewa . Aku hanya bisa memegangi tangannya untuk mengurangi sedikit rasa ketegangannya . Kak Yuna hanya tertawa melihat sikap Kak Joan yang terlihat sangat tersiksa .Wanita itu mendudukkan tubuhnya disebuah sofa , mungkin kakinya sudah pegal karena sedari tadi berdiri diambang pintu . Wanita yang sedang memakai dress putih itu melihat kearah sekitar " Desain interior kamar kalian benar - benar mewah ,desainnya lebih ke American classic Om Ansel ternyata gak salah pilih " Ucap Kak Yuna seraya melipatkan kedua tangannya didepan d**a . Ucapan kak Yuna benar - benar membuatku sangat penasaran , sedekat itukah hubungan pertemanan suamiku dengan Kak Yuna , sampai wanita itu harus kenal dengan papah mertuaku . Aku menatap suamiku dan kak Yuna secara bergantian dengan tatapan menyelidik . " Lo bener na , kamar ini emang didesain oleh arsitek dari Amerika " Ucap suamiku seraya mendudukkan tubuhnya disamping kak Yuna . Aku yang sedang berbaring dikasur hanya bisa jadi obat nyamuk ketika mereka mengobrol dan bersikap seolah - olah dunia milik berdua . " Eh iya gue sampai lupa Ar , kalo kedatangan gue kesini karena pengen ngomongin masalah kerja sama kita " Ucap Kak Yuna . Saat itulah aku baru ngeh kalo kak Yuna merupakan seorang CEO pewaris sebuah perusahaan di bidang fashion.Pantas saja kak Yuna selalu berpenampilan sangat menarik , hal itu ternyata karena dia sudah sangat mengenal bidang itu . Keluarga kak Yuna termasuk keluarga yang memiliki aset dan kekayaan yang berlimpah , ya meskipun gak sebanding dengan kekayaan keluarga suamiku yang mencapai puluhan triliun. Namun jika dibandingkan dengan kekayaan keluargaku sepertinya kita berdua sebanding . Aku kembali menyimak obrolan suamiku dan wanita yang sudah berumur 31 tahun itu .Mereka mulai membicarakan sebuah obrolan yang benar - benar tak bisa ku mengerti , wajar saja karena semenjak kecil aku tidak pernah belajar tentang bisnis sedikitpun .Aku hanya fokus menari balet dan mempelajari beberapa seni lainnya seperti bermain musik, melakukan akting ,bahkan tentang kepenulisan novel pun sudah kupenuhi sepenuhnya agar aku bisa dengan mudah menghafal setiap skenario yang akan kumainkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN