Liza memainkan hp nya untuk mengurangi rasa jenuhnya yang sedari tadi hanya duduk mendengarkan obrolan Joan dan Yuna .
Yuna meminum segelas teh yang sudah dibawakan oleh seorang pelayan .Diikuti dengan Joan yang mulai meminum kopi kesukaannya .
" Apa kamu tidak lapar sayang ? " Tanya Joan pada Liza .Liza berhenti menatap kelayar hp , dirinya memfokuskan tatapannya kearah Joan yang sedang duduk disofa .
Liza menggeleng , kali ini ia mulai turun dari kasur dan mulai menghampiri Joan yang sedang duduk di sofa yang tak jauh dari posisi kasur .
" Aku minta dikit yah by " Ucap Liza seraya mengambil segelas kopi yang sudah diminum oleh suaminya itu .
Belum sempat Liza meminum kopi itu , tangan Joan langsung mengambil gelas itu dari tangan Liza .
" Kamu lagi hamil sayang , jangan minum kopi ! " Joan menyimpan kembali kopi itu di meja.
Liza melemparkan tatapan tajam ke arah Joan .
" Dikit aja yah by , aku ngiler ngeliat kamu minum kopi " Ucap Liza dengan nada manjanya .
" Udah kasih aja Ar, kasian istri Lo .Entar bayi Lo jadi ileran lagi " Ucap Yuna membela Liza .
" Bukan gitu Na , tapi kafein didalam kopi ini tinggi banget .Kata dokter kopi berkafein di atas 100 mg per hari pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi dengan berat badan lahir rendah .Gue cuman gak mau istri dan calon anak gue kenapa napa " Jelas Joan yang membuat Yuna dan Liza tak berkutik dibuatnya .
Liza hanya memasang wajah cemberut , Joan pun tak tinggal diam dirinya dengan cepat pergi ke dapur untuk membuatkan segelas Jus untuk meredamkan kemarahan istrinya .
Kini tinggal Liza dan Yuna yang terduduk berdua dikamar , tak ada pembicaraan apapun diantara keduanya mereka hanya sibuk dengan dunianya masing - masing .Liza memilih memainkan handphonenya sementara Yuna malah sibuk mengotak Atik laptopnya .
Drttttt......Drttttt........
Liza langsung mengangkat panggilan dari seseorang.
" Li , tolongin Dilan hiks ...hiks..." Ucap seseorang dari sebrang telepon seraya terisak .
" Di-lan ke - napa Tante ?" Tanya Liza terbata - bata .
" Penyakit dilan kambuh lagi dan sekarang dia dinyatakan koma oleh dokter Li hiks ...hiks...hiks ..." Jawab Tante Renata semakin terisak .
Tubuh Liza bergetar sangat kuat , air matanya jatuh begitu saja .
" Tante tolong kirimin lokasinya ! hiks ....hiks..." Liza menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya agar isakan tangisannya tidak terdengar menggema .
Liza menutup telponnya secara sepihak ia langsung melihat lokasi yang sudah dikirimkan oleh Renata , mamahnya Dilan .
Liza berjongkok menenggelamkan kepalanya dikedua lipatan tangannya , ia menangis sejadi - jadinya .Hatinya terasa sesak saat mengetahui pria yang sudah dicintainya selama bertahun - tahun kembali terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit .
" Lan maafin gue , andai aja gue gak ninggalin Lo semua ini pasti takkan terjadi lagi "Gumam Liza seraya memegangi kepalanya yang terasa sedikit pening .
" Li Lo kenapa ? " Tanya Yuna yang baru saja menghampiri wanita yang sedang terduduk lesu itu .
Liza mengangkat wajahnya menatap Yuna .
" Kak Yuna kesini bawa mobil kan ? "
Yuna mengangguk " Iya bawa kok , emang ada apa Li, kenapa kamu langsung seperti ini ? " Tanya Yuna menghilangkan rasa penasarannya .
" Aku pinjem mobil kakak bentar yah , mobil aku ada diapartemen kak "
" Kamu mau kemana Li ? Kenapa nggak nunggu dulu Joan buat nganterin kamu ? " Yuna kembali melayangkan beberapa pertanyaan , ia sangat yakin jika Joan tak akan mengizinkan istrinya itu untuk mengemudi sendiri dalam keadaan hamil muda seperti itu .
Liza mengangkat kedua tangannya memohon kepada Yuna .Yuna tak tega melihat seorang wanita yang sedang menangis dihadapannya ini .Akhirnya Yuna memberikan kunci mobilnya kepada Liza .
Liza pun dengan cepat keluar dari kamar setengah berlari tanpa mengenakan baju hangat ataupun sebagainya .Padahal diluar cuaca sedang hujan besar.
Yuna hanya menatap kepergian Liza .Tadi ia sempat mencekal tangan wanita itu agar ia tidak pergi sendiri , namun Liza malah melepaskan cekalan tangan itu dan berlari layaknya seorang maling .
Liza mulai melajukan mobil Lamborghini milik Yuna , untung saja ia sudah terbiasa menggunakan mobil semewah itu .Karena mobil yang ia tinggalkan di apartemennya adalah mobil Lamborghini yang sama dengan milik Yuna hanya warnanya saja yang membedakan .
Mobil berwarna merah itu mulai keluar melewati gerbang tinggi , penjaga yang bertugas menjaga gerbang meloloskan mobil itu keluar begitu saja karena yang mereka kira itu adalah Yuna bukan Liza .
Yuna melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju kearah dapur untuk menemui Joan .
" Ar " Panggil Yuna yang langsung menghentikan aktivitas Joan yang sedang memblender jus jeruk.
Joan menoleh kearah Yuna yang berada dibelakangnya " Lo mau juga Na ? "Tanya Joan yang mengira Yuna ingin dibuatkan jus juga .
Yuna menggeleng cepat " Gue kagak mau jus Ar , gue cuman mau bilang kalo istri Lo tadi pergi gak tau kemana , dia pergi sambil nangis nangis setelah nerima telpon dari seseorang " Jelas Yuna .
Joan membulatkan matanya " Apa, kok dia gak bilang - bilang dulu sama gue ? " Tanya Joan keheranan .
Yuna hanya menggeleng .
"Tapi dia diantar sama supir kan Na ?"Tanya Joan yang mengira kalo istrinya itu diantar oleh supir .
" Kagak Ar, dia pergi sendiri minjem mobil gue" Jelas Yuna ,jujur saja wanita itu ketakutan karena pastinya Joan akan memarahinya habis - habisan .
Joan melempar gelas yang sedang dipegangnya ke sembarang arah , wajahnya mulai merah padam .
" Lo kenapa minjamin dia mobil sih na , Lo kan tau kalo istri gue lagi sakit .Emang Lo mau tanggung jawab kalo sesuatu terjadi sama dia dan calon anak gue hah ? " Teriak Joan yang membuat Yuna seketika ketakutan dibuatnya .
" Maafin gue Ar , tapi istri Lo tadi maksa banget sampai memohon sama gue , Lo kan tau sendiri gue orangnya gak tegaan " Ucap Yuna seraya menundukkan kepalanya tak berani menatap Joan .
Joan hanya mengacak rambutnya Frustasi , ia tak bisa menyalahkan Yuna atas kejadian ini .
" Yaudah gue pengen nyari istri gue dulu , gue takut terjadi sesuatu sama dia "Pamit Joan lalu melenggang pergi kearah kamar meninggalkan Yuna yang sedang terdiam ditempat .
Joan mulai mengambil jaket jeans nya dan tak lupa ia juga mengambil kuncinya yang terletak didalam nakas .
Pria berbahu lebar itu kembali melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan bergegas menuju ruang parkir untuk mengambil mobilnya .
Joan terkejut saat melihat Yuna sudah berdiri disamping mobilnya .
" Mobil gue ada GPS nya Ar , jadi gue bakalan ikut sama Lo dan nunjukin tempat yang bakal didatangi sama istri Lo " Ucap Yuna seraya menunjukkan layar hpnya yang berisi aplikasi pelacak lokasi yang tersambung dengan GPS yang sudah dipasang dimobilnya .
Joan mengangguk , pria itu langsung mempersilahkan Yuna untuk ikut dengannya .