Hanya Raga Tidak Dengan Hati

1181 Kata
Joan menancap gas dengan kecepatan yang sangat tinggi , ia tidak peduli dengan ramainya jalan saat itu ditambah dengan hujan lebat yang turut membasahi aspal jalanan . " Ar , pelanan dikit .Kalo kaya gini cara Lo bawa mobil .Mending gue aja deh , keknya pikiran Lo lagi gak karuan " Ucap Yuna yang ketakutan . Joan tak menggubris ucapan wanita disampingnya itu , ia terus fokus menatap kearah jalan .Ia semakin melajukan mobilnya dengan sangat cepat untuk menyusul mobil Liza yang berada tak jauh dari lokasinya saat ini . " Na tolong telponin Liza ! " Seru Joan seraya memberikan hpnya pada Yuna . Yuna dengan cepat menelepon Liza , namun nihil tak ada jawaban dari wanita itu .Yuna tak menyerah ia melakukan panggilan beberapa kali , satupun tak ada yang diangkat oleh Liza . "Gak diangkat Ar " Ucap Yuna Frustasi . " Arrrgghh " Geram Joan seraya memukul stir mobilnya beberapa kali. Joan melakukan hal itu untuk menghilangkan rasa cemasnya , pasalnya pergerakan Liza yang melajukan mobilnya dengan sangat cepat dapat dilihat dilayar Hp Yuna . Joan menepikan mobilnya , pria itu sadar bahwa saat ini ia tidak sedang sendiri melainkan dengan seorang wanita yang sudah puluhan tahun menjadi sahabatnya .Ia juga harus memikirkan keselamatan Yuna ,Joan tidak bisa bersikap egois karena hanya ingin memastikan keselamatan Liza . Joan keluar dari mobilnya begitupun dengan Yuna , mereka mulai berganti posisi .Yuna mendudukkan tubuhnya di kursi pengemudi sementara Joan di kursi penumpang. Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ,terjadi adu mulut antara mereka ketika Joan yang mulai mengoceh tak karuan . " Ini semua gara-gara Lo na , andai aja Lo gak datang kerumah gue kejadiannya gak akan kaya gini .Mungkin saat ini gue masih dikamar uwu - uwuan sama istri gue " Cerocos Joan dengan wajah kesalnya . " Gue juga gak nyangka kejadiannya bakal kek gini Ar , tadinya gue cuman mau ngomongin bisnis .Istri Lo nya aja yang bersikap aneh " Yuna mendelik wanita itu menaikkan nada suaranya . Joan langsung memukul pelan kepala gadis yang sedang fokus menyetir itu . " Sakit tau kamvret " Bentak Yuna tak terima diperlakukan seperti itu . Joan tersenyum puas " Ini balasannya karena Lo udah ngintip orang yang lagi kasmaran " Joan menjulurkan lidahnya kearah Yuna . Yuna hanya bisa menatap sinis ke arah Joan , dirinya benar benar geram hingga ingin memukul pria itu habis - habisan .Sayangnya saat ini ia harus fokus menyetir dan memandang kearah depan . " Udah deh daripada Lo ngoceh kek burung beo mending liat tuh lokasi istri Lo sekarang " Ucap Yuna . Joan menepuk jidatnya , bertengkar dengan Yuna membuatnya lupa dengan tujuannya saat ini . Pria itu melihat ke layar hp milik Yuna , matanya terbelalak tak percaya karena lokasi istrinya sekarang berada disebuah rumah sakit . " Na kok istri gue sekarang berada dirumah sakit yah ?" Joan mulai memperlihatkan lokasi itu pada Yuna . Yuna menoleh sekilas kearah Joan lalu kembali lagi fokus menatap jalan " Apa salah satu mertua Lo lagi sakit Ar ? " Tanya Yuna memicingkan matanya . Joan menggeleng " Mertua gue dua duanya ada di Amerika " Jawab Joan , Zea dan Liam memang sudah kembali ke Amerika kemarin malam setelah menghadiri acara pernikahan mereka . " Lah terus ngapain istri Lo kerumah sakit Ar ? " Yuna menatap kearah Joan . Joan hanya menggeleng , pikiran keduanya saat ini dipenuhi dengan sebuah pertanyaan - pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan sebuah jawaban . " Na Lo jalannya cepetan dikit dong ,jangan kek kura - kura ! " Seru Joan dengan meninggikan nadanya . " Iya bawel ,gue bawanya udah cepet tapi mobil lu aja yang jalannya kek cacing" Ledek Yuna . Yuna pun kembali fokus melajukan mobilnya , begitupun dengan Joan yang terus mencoba untuk menelepon istrinya meskipun tak pernah diangkat satu panggilan pun . Mobil mercy berwarna putih itu mulai memasuki pekarangan rumah sakit .Joan menyuruh Yuna masuk terlebih dahulu untuk menanyakan dimana keberadaan Liza .Sementara dirinya pergi ke parkiran untuk memarkirkan mobilnya . Joan dan Yuna kembali bertemu dilobi sesuai kesepakatan mereka sebelum berpisah tadi . " Apa bener istri gue ada disini na ? " Tanya Joan seraya merapikan rambutnya yang sedikit acak - acakkan . " Bener Ar , gue udah tau dimana dia sekarang. Kita langsung keruangan itu aja sekarang " Yuna mulai melangkahkan kakinya menelusuri seluruh ruangan VIP diikuti Joan . Yuna berhenti saat melihat kamar yang sesuai dengan nomor yang telah disebutkan oleh salah satu perawat yang ia temui tadi . " Keknya ini deh ruangannya Ar " Ucap Yuna .Yuna membalikkan tubuhnya melihat Joan yang berada dibelakangnya . Pria itu terdiam mematung melihat kearah jendela yang menampilkan seorang pria yang sedang terbaring ditemani beberapa orang yang sedang terduduk menangis disebuah sofa .Tapi yang menjadi pusat Joan saat ini adalah karena keberadaan istrinya ditempat itu . Ya , pria yang sedang terbaring lemah sekarang adalah Dilan mantan pacar istrinya .Liza sedang memeluk tubuh pria itu , wanita itu terus saja menangis di pelukan pria itu seraya mengucapkan beberapa kata yang sama sekali tak bisa didengar oleh Joan , karena ruangan itu merupakan ruangan kedap suara. Joan memegangi dadanya yang terasa sesak , hatinya seperti diiris lalu ditaruh oleh tetesan air jeruk .Rasanya pedih sekali . Yuna melirik kearah jendela ia memperhatikan sesuatu yang sedari tadi menjadi fokus utama Joan . Yuna benar - benar terkejut melihat pemandangan itu . " Apa - apaan ini kenapa Liza meluk suami halu gue ? " Batin Yuna . Yuna merupakan seorang Fangirl yang sudah mengidolakan dilan selama 3 tahun belakangan ini .Ia benar - benar jatuh cinta dengan visual yang dimiliki oleh Dilan apalagi jika pria itu sedang melakukan sebuah dance .Ah rasanya Yuna benar - benar meleyot jika menyangkut hal tentang Dilan . Ribuan pertanyaan pun kembali merasuki pikiran Yuna .Yuna menatap kearah Joan yang sedang terdiam , ekspresi pria itu benar- benar tak bisa diartikan saat ini .Hanya saja yang terlihat Dimata Yuna sekarang adalah mata Joan yang memerah seperti sedang menahan tangis . " Ar ada hubungan apa Dilan sama istri Lo ? " Tanya Yuna . Joan menatap Yuna tajam " Lo gak perlu tau na , ini masalah rumah tangga gue .Meskipun Lo sahabat gue dari kecil tapi Lo gak bisa tahu segala hal tentang kisah percintaan gue " Ucap Joan Tegas . Yuna hanya menatap sinis pria yang ada dihadapannya ini , rasanya percuma jika Yuna menanyakan hal ini meskipun 100 kalipun .Karena pria itu selalu berpegang teguh pada pendiriannya ,tak ada yang bisa menggoyahkan keyakinannya . Joan terus saja menatap kearah jendela , memantau segala pegerakan istrinya .Kali ini ia mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam ruangan itu, karena akan ada pertengkaran hebat yang terjadi antara Joan dan Liza . Pria itu hanya bisa menatap setiap belaian kasih yang berikan oleh Liza kepada Dilan yang sedang dalam masa kritis . " Belakangan ini aku terlalu sombong Li , menganggap bahwa kamu sudah menjadi milikku sepenuhnya , padahal yang berada di sampingku selama ini hanyalah ragamu tapi tidak dengan hatimu " Batin Joan .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN