Joan masih setia menatap kearah jendela , ia sudah berdiri lebih dari 30 menit ditempat itu .Berbeda dengan Yuna wanita itu sudah dalam posisi duduk karena kakinya sudah mulai pegal ditambah rasa kesalnya pada Joan membuat ia ingin jauh - jauh dari pria itu .
Joan terperanjak kaget saat melihat Liza yang berada didalam ruangan itu terjatuh kelantai .
Tanpa berpikir panjang, Joan langsung menerobos masuk begitu saja kedalam ruangan itu .
" Liza sayang " Joan menggoyangkan tubuh istrinya yang sudah tak sadarkan diri .
" Liza kamu kenapa ? " Ucap Renata seraya menepuk pelan pipi Liza .
Joan menatap kearah Renata dengan wajah datarnya , Renata menatap balik dengan tatapan tajam .
" Jadi kamu yang ngerusak hubungan anak saya sama Liza " Batin Renata yang sudah mengetahui kalo pria yang berada dihadapannya itu adalah
Joan tak menghiraukan kehadiran wanita paruh baya itu , pria itu langsung begitu saja menggendong Liza ala bridal style lalu dengan cepat beranjak keluar dari ruangan .
" Loh istri Lo kenapa Ar? " Tanya Yuna panik , ia memang tidak melihat kejadian saat Liza pingsan karena tadi ia malah sibuk memainkan hpnya .
" Dia pingsan karena terlalu kecapean " Jawab Joan seraya mendudukkan istrinya disalah satu kursi ruang tunggu yang berada didepan ruangan itu .
Yuna duduk disamping Liza ,ia menjadikan pundaknya sebagai sandaran kepala Liza .
Joan membuka jaketnya lalu memakaikan jaket itu pada tubuh istrinya yang hanya mengenakan balutan kaos tipis .
Joan meraba - raba ke saku celana Liza .Pria itu menghembuskan napasnya lega setelah menemukan kunci mobil Yuna disaku itu .
" Nih Na " Joan memberikan kunci itu pada Yuna .
" Lo pulang sendiri gak papa kan ?"
Yuna menggeleng " Gak papa kok Ar, lagian gue bukan anak kecil yang perlu Lo anterin kemana - kemana .Wanita itu terkekeh kecil diakhir kalimat.
" Emang Lo mau bawa istri Lo pulang Ar , gak mau dirawat disini aja gitu ? " Tanya Yuna saat Joan sudah kembali memangku Liza .
" Enggak na , gue bakal nyuruh dokter pribadi untuk ngerawat dia dirumah " Jawab Joan , ia memang tidak ingin jika istrinya itu dirawat dirumah sakit yang sama dengan Dilan .Terlebih lagi kejadian tempo hari terjadi dirumah sakit , ia hanya tidak ingin jika Liza kembali mengingat masa yang buruk itu .
Yuna mengangguk setuju , kini ia mulai berdiri dari posisi duduknya dan mulai mengikuti langkah Joan untuk menuju parkiran .
Sesampainya diparkiran, Yuna terlebih dahulu membantu Joan untuk memasukkan Liza kedalam mobil Joan .Setelah itu ia langsung menuju ke area tempat mobil miliknya diparkirkan.
Joan mulai menginjak pedal gas mobilnya meninggalkan area parkiran yang masih sepi .
Pria itu berkali - kali menoleh kesamping, kearah Liza yang masih dalam keadaan pingsan .
" Apa Dilan sepenting itu bagimu Li ? "
"Kamu bahkan tak memperdulikan keselamatan calon bayi kita "
"Apakah yang aku lakukan selama ini belum cukup untuk membuatmu mencintaiku Li ? " Tanya Joan yang sama sekali tak mendapatkan respon sedikitpun dari wanita yang terduduk disampingnya.
Joan menghapus kasar tetesan air mata yang jatuh membasahi pipinya , selama hidup baru kali ini ia mendapatkan penolakan besar - besaran dari seorang wanita .Padahal diluar sana masih ada jutaan orang yang mengantri ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang darinya .
Joan kembali menatap wajah cantik itu .
" Sepertinya aku harus membawamu pergi dari negara ini supaya kamu bisa melupakan Dilan dan hidup bahagia bersamaku beserta buah hati kita " Gumam Joan seraya menatap secara bergantian ke wajah Liza dan kearah perut wanita itu .
Joan kembali menatap kearah jalanan yang terlihat sudah mulai ramai, pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
15 menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Joan sudah terparkir disebuah rumah mewah nan indah yang merupakan kediamannya .
Joan langsung menggendong istrinya setelah keluar dari mobil .Para penjaga gerbang mulai berlari menghampiri sang Tuan .
" Nona kenapa Tuan ?" Tanya salah satu penjaga .
" Iya kok bisa sampai seperti ini ?" Tambah penjaga lainnya .
" Dia sepertinya kecapean , tolong telpon dokter Ririn ! " Seru Joan kepada salah satu penjaga .
Dengan cepat Joan membawa Liza kedalam kamar. Ia langsung membaringkan tubuh Liza dibantu oleh Ella dan Tia yang sudah sangat khawatir dengan kondisi nona mudanya .
" El, tolong gantiin baju Liza ! " Seru Joan setelah membuka jaket yang dikenakan oleh istrinya dan saat itulah ia melihat bahwa kaos yang dikenakan oleh istrinya sedikit basah , mungkin wanita itu kehujanan saya berlari dari ruang parkiran.
" Baik Tuan " Jawab Ella seraya membungkukkan tubuhnya .
Joan langsung keluar dari kamar , sebenarnya sih ia bisa menggantikan pakaian istrinya .Tapi ia takut tidak bisa menahan hawa nafsunya setelah melihat tubuh itu .
Pria itu mendudukkan tubuhnya di sofa , tangannya meraba ke saku celananya untuk mengambil sebuah hp.
Ia membuka aplikasi chat dan mengirimkan sebuah pesan singkat ke Yuna .
To : Yuna
Na , masalah kejadian tadi tolong jangan sebarin ke siapapun termasuk kepada orang tua gue .Gue akan jelasin semuanya sama Lo kalo gue udah siap .Dan terima kasih juga atas bantuannya .
Setelah selesai mengirimkan pesan kepada kontak itu , jari - jari Joan kembali mengirimkan sebuah pesan kepada kontak yang berbeda .
To : Manajer Dafa
Daf tolong cariin dokter terbaik untuk nyembuhin penyakit Dilan .Kalo Lo udah nemuin dokternya temuin gue langsung dirumah ! "
Joan menghela napas lega setelah mengirimkan kedua pesan itu , pria itu berencana untuk menyembuhkan penyakit Dilan terlebih dahulu karena ia ikut merasa bersalah atas kejadian ini .Ia juga tidak ingin Jika penyakit Dilan justru malah membuat istrinya selalu merasa khawatir .
Meskipun Joan tidak menyukai Dilan dalam hal apapun , namun ia hanya ingin jika Liza yang dicintainya merasa terus bahagia tanpa rasa bersalah apapun .