Kemalasan yang Hakiki

1551 Kata

"Gak mau ikut keluar?" "Badanku pegal banget. Pengen tiduran." "Oke." Ia paham. Karena ia juga berkontribusi untuk itu. Juna masuk lagi ke ruang ganti. Tak lama ya keluar lagi dan menghampiri Runa. "Aku berangkat kalau begitu." Runa hanya mengangguk. Ia membiarkan keningnya dicium. Setelah itu ya Juna pergi. Begitu pulang, ia masih melihat Runa di tempat tidur. Yeah masih dengan baju yang sama. Padahal ini sudah berlalu beberapa jam. Ia juga tak menyambutnya seperti biasa. "Kok masih di atas tempat tidur? Kamu udah makan?" "Tadi udah." Ia minta si bibi yang membawakannya ke kamar. Ia sedang malas. Malas banget. Gak tahu kenapa. Pipis pun malas. "Gak mandi? Udah solat kan, sayang?" Ia hanya mengangguk. Tubuhnya masih terasa pegal. Makanya, ia malas banyak bergerak. Juna tentu saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN