Pada musim gugur dengan jatuhan maple di tanah luas tempat orang-orang berkunjung dengan pilu serta rindu. Gemeresak dedaunan terinjak mengiringi langkah Dr.Jimmy menuju sebuah gundukan tanah dengan batu yang terukirkan sebuah nama, 'Peony Powell.' Jimmy melepas kaca mata hitamnya, berjongkok sembari mengelus nisan yang terdapat beberapa buket bunga di sana—nyaris tidak pernah kosong tanpa bunga. Jonathan yang mengiriminya setiap hari, juga dua sahabatnya Rosalyn dan Mellonie. Saat ini Jimmy hanya menatap kosong pada gundukan tanah tersebut, jelas tidak ada yang menyukai perpisahan dalam bentuk apapun. Satu tahun sudah setelah gadis ini wafat dan meninggalkan banyak cerita, kenangan, tangisan dari orang-orang yang perduli dan begitu menyayanginya. Hari itu adalah pilihan yang berat, Jean

