Nathaline mengeratkan sarung tangan karet hitam pada kedua tangannya, seorang pelayan mendekat seraya menyodorkan sebuah pistol. Jemari yang tertutup sarung itu meraihnya tanpa ragu, memeriksa isi peluru hingga mencoba mendapatkan posisi sempurna untuk menembak. Pria dengan kepala tertutup kain hitam di ujung sana hanya terduduk pasrah, tiada brontaknya sedikitpun kendati ia tahu siapa yang akan mengeksekusinya pagi ini. "Sekali lagi aku tanya, seberapa menyesal ayah atas semua perbuatan ayah ini?" tanya Nathaline untuk terakhir kali. "Satupun tidak ada yang kusesali. Kau juga menikmati hasil kerjaku," balas Lord James. "Bahkan ketika kau membunuh ibuku?" "Aku bahkan bertemu Anna yang jauh lebih baik dari ibumu." Detik itu pilihan atas hukuman sudah Nathaline tentukan. Ia sudah berus

