"Aku tidak pernah berharap hubungan ini berlangsung dalam waktu yang lama, aku tidak berharap kita sungguh bertakdir, yang aku lakukan hanya menjalani hari ini, dan setiap hari aku harus selalu siap akan perpisahan. Seperti sejak awal ketika aku memutuskan untuk menyukainya, dan saat itu pula aku siap menerima segala resikonya." Senyuman yang tak selaras dengan iris itu terpatri jelas, ia berpura-pura tegar untuk melepas, namun yang sesungguhnya ia belum lah cukup ikhlas. "Kenapa bisa ada orang sebaik anda, Your Grace? Tokoh utama dalam drama teater romantispun kalah oleh dirimu," ujar Jack, tak kuasa menahan tetes air mata, ia mengambil sapu tangan dalam saku untuk mengelap kereta kuda kesayangan Lord Morris. "Aku kira kau akan menggunakannya untuk mengelap air matamu," seru Lord Morris

