Bab 54

2002 Kata

Azka sudah menjadi bagian dari Iza, sehingga begitu melepaskan kepergiannya ditambah dengan berita buruk yang di dengar di radio membuat dadanya gemuruh dengan kegelisahan yang melanda. Hanya bisa membisu dan berdoa dalam hati tanpa bisa menceritakan pada sang anak yang masih terlalu kecil untuk dapat memahami kegundahannya. Karena tak melanjutkan belajar menjahit lagi hari ini, Iza memutuskan untuk belajar mendesain baju sendiri di dalam kamar guna mengalihkan kegelisahan yang sedang menerpa dirinya. Berulang kali Iza mencoba menggoreskan pensil di atas kertas, tetap saja fokusnya hanya pada suami. Diremas kertas lalu dibuang ke dalam tong sampah dan mulai menggambar lagi. “Ya Allah.” Iza berdesis mengusap wajah dengan kedua tangannya. Dia meraih ponsel di sampingnya untuk mengecek pesa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN