Hari terus berganti hari, yang nanti kini sudah kembali. Tepat jam 9 malam, Azka menginjakkan kakinya di rumah. Ibu, istri dan anak menyambut kepulangannya, namun yang paling antusias adalah Puput yang berlari memeluk dirinya. Sementara Iza dan Mama Rosita tersenyum dan hanya bisa mengalah. “Ayah, kenapa baru pulang? Gak kangen Puput?” Puput bertanya cukup manis dalam rasa kesal karena diabaikan. “Ayah sibuk. Banyak pekerjaan di sana. Tapi Ayah gak lupa bawakan ini.” Semula Puput sudah cemberut, namun seketika sirna ketika Azka mengeluarkan boneka barbie pesanan sang anak. “Barbie. Yeee …. Puput suka,” teriak Puput melompat kegirangan. “Makasih, Ayah. Puput sayang Ayah.” Puput memeluk leher Azka lalu mendaratkan sebuah kecupan di pipinya. “Lain kali kalau berpergian tolong hp-nya diakt

