Bab 48

1466 Kata

Semua yang berada diposisi Iza pasti merasakan kegalauan yang sama. Ingin meraih masa depan bersama dengan orang lain tapi terhalang oleh restu dan janji yang telah terucap, sehingga dia harus berdiam diri, menenangkan pikiran dan hatinya untuk benar-benar memutuskan kembali pada masa lalu atau diam untuk selamanya. Jika ditelaah kembali dunia ini seolah terus menggiringnya untuk kembali pada Azka, sehingga banyak sekali hambatan untuk dia kembali pada orang yang membuat getaran baru dalam dadanya. Demi anak, Iza kembali menatap surat perjanjian pra nikah yang sudah dibubuhi tandatangan Azka Gunawan. Isi setiap poin jelas menguntungkan Iza, memang sudah menjadi tujuan Azka untuk meyakinkan Iza bahwa dirinya akan berubah, tak lagi terjerat pada kebodohan yang telah dilakukan di masa lalu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN