******************* Kini Abraham dan anak buahnya tiba di hadapan rumah Elang. Vila modern minimalis itu, yang berfungsi sebagai kedok studio arsitek fiktif, diselimuti pagar tinggi yang menantang. Di baliknya, sistem keamanan canggih bersembunyi—sensor laser berkedip lembut dan kamera termal mutakhir—pertahanan standar untuk target bernilai tinggi. Di seberang jalan, di balik tembok rendah, Abraham memantau. Ia tidak berada di bunker berteknologi tinggi, melainkan di dalam sebuah van hitam yang disamarkan sebagai kendaraan perusahaan listrik, PLN. Di sebelahnya, Anton memasang alat sadap frekuensi, fokusnya tegang. "Elang bukan pembunuh bayaran biasa, Bos," bisik Anton, suaranya sedikit serak. "Dia menyiapkan rumah ini seperti zona perang pribadi. Sensor gerakan, sensor suhu... dan dia

