**************** Ruangan itu adalah sebuah bunker megah. Bukan sekadar ruang kontrol, melainkan full-service safe apartment yang tersembunyi jauh di bawah tanah, tepat di bawah halaman belakang rumah mereka. Dindingnya dilapisi kayu panel walnut gelap yang elegan, kontras dengan layar-layar monitor canggih yang terintegrasi mulus. Lantai marmer gelap diselimuti permadani tebal. Udara dingin dari sistem ventilasi canggih terasa segar, namun menyajikan keheningan yang menekan. Abraham duduk di kursi recliner kulit hitam yang empuk di area kontrol. Ia membolak-balik feed kamera infra-merah di tabletnya dengan gerakan gelisah. Sudah tiga jam sejak mereka tiba, dan ketegangan di ruangan mewah itu terasa tebal, kontras dengan kemewahan yang mengelilingi. Di sudut ruangan, di Area Santai, Nina

