Mentor

1422 Kata

**Bab 095: Mentor** Pertempuran itu akhirnya berakhir. Sisa kawanan Hyena mundur terbirit-b***t, bayangan mereka lenyap satu per satu di balik pepohonan, meninggalkan medan tempur yang berlumur darah, nafas terengah, dan tubuh-tubuh yang terkapar tak bergerak. Gavriel bangkit perlahan, menahan nyeri yang menjalar di sekujur tubuhnya. Otot-ototnya gemetar, bukan hanya karena kelelahan, tetapi juga sisa adrenalin yang belum sepenuhnya surut. Ia mengikuti saran Halvir tanpa banyak bicara—melangkah di antara mayat-mayat musuh yang masih hangat. Jarahan perang. Hal yang wajar. Darah menggenang di tanah, bercampur tanah basah dan bau besi yang pekat. Gavriel berlutut, meraba satu per satu tubuh Hyena, mengabaikan rasa lengket di tangannya. Ia mengendus, mengikuti aroma khas *Amber—hangat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN