Muka Dua

1447 Kata

**Bab 096: Muka Dua** Di tempat lain, Hans dan Anindira masih bertahan di dalam gua—sebuah rongga yang mulutnya tertutup rapat oleh rimbunan lili arum hitam. Bau busuknya tidak wajar. Seperti bangkai yang dibiarkan membusuk berhari-hari di bawah terik matahari. “Kak Hans… kau sakit?” Suara Anindira lirih, sarat kekhawatiran. Dalam gelap pekat gua, dia memang tak bisa melihat apa pun—namun tubuh Hans menjawab semuanya. Getaran halus yang tak kunjung reda, bahu lebar yang meringkuk, kepala tertunduk di antara kedua lututnya. Sosok besar itu mengecil, berusaha menutup diri, seolah ingin memadamkan dunia yang terus menyerangnya. Hans tidak menjawab. Dia hanya menggeleng pelan. Tangannya terangkat, mengusap kepala Anindira dengan gerakan lambat dan berat, lalu menekan lembut dahinya agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN