**Bab 039: Mentor dan Muridnya** Kata Imprint, yang selama ini ia kenal hanya dimiliki oleh binatang, ternyata hadir juga di dunia manusia buas ini. Selama tiga bulan terakhir, begitu banyak hal mengejutkan menimpanya, membuat tubuhnya pasrah dan tak mampu berkutik. ''Bibi… bagaimana Bibi bisa tahu itu *Imprint?'' ''Aku tidak tahu secara persis. Tapi Halvir mengetahuinya. Seharusnya… kau juga bisa menyadarinya…'' Ezra menatap Anindira, nada suaranya lembut namun tegas. ''Aku tidak tahu,'' jawab Anindira polos tapi mantap. ''Lalu bagaimana Kak Halvir bisa mengetahuinya?'' ''Pria punya naluri lebih tajam dari kita para wanita. Meski mereka hanya ter*imprint sekali seumur hidup, mereka akan segera menyadarinya.'' Anindira mengernyit, tetap bingung. ''Aku tetap tidak bisa mengerti…?'' '

