Part 26

1350 Kata

Iksan baru saja sampai ke kantor. Hari-harinya sekarang ini sibuk dengan pekerjaan dan malam sibuk dengan kuliah, bahkan waktu untuk bertemu dan bersama dengan Farida jadi berkurang. Mereka hanya bisa bertemu di hari weekend saja. Iksan sadar sebagai anak dari CEO perusahaan bukan berarti dirinya bisa seenaknya sendiri. Apalagi semua orang di perusahaan seakan ingin melihat sejauh mana kemampuan pemuda itu memikul beban yang diberikan kepadanya. Pemuda itu tentu saja tidak mau dianggap remeh oleh bawahan. Malah sebagai anak CEO beban yang dipikulnya lebih berat daripada hanya sekedar karyawan biasa. Iksan akan membuktikan kalau dia bisa, mampu dan pantas memegang jabatan sebagai seorang direktur di perusahaan Papanya. Iksan tentu saja tidak akan membuat Papanya malu. Akan Iksan buat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN