Iksan keluar dari kamar mandi dengan perasaan senang. Malam ini benar-benar malam yang membuatnya bahagia. Farida mengatakan mencintainya. Hubungan mereka selangkah lebih maju. Pemuda itu keluar dari kamar mandi tidak mendapati Farida di kamarnya. Setelah mengenakan pakaian. Iksan keluar dari kamarnya dan langsung mencari Farida. Pemuda itu menemukan wanita yang dicintainya sedang duduk di ruang TV termenung. "Sayang...," Panggil Iksan, Farida menoleh ke arah Iksan. Iksan menghampiri Farida dan duduk di samping wanita itu. Memeluknya, dan Farida merebahkan kepalanya di bahu pemuda itu. "Aku tadi ke kantor Papa, buat minta pekerjaan. Senin besok aku sudah bekerja di kantor Papa. Kantor yang sama dengan Rahmat," ucap Iksan. "Bagaimana dengan kuliah kamu?" Tanya Farida memandangi wajah p

