New York, NIA building, 29 Desember 2018. 09.05 AM Denaya kini sedang bersiap-siap. Ia mengancing jaket kulit hitamnya lalu memasang sepatu bot andalannya. Ranselnya telah terisi penuh dengan peralatan yang dibutuhkan. Revolver, bola gas tidur dengan tingkatan dosis yang berbeda, borgol elektrik yang mungkin akan dibutuhkan, serta sebuah iPad putih dengan segala kabel dan perangkat elektronik lain yang ia butuhkan. Tak lupa ia juga memasukkan ponselnya. Rambutnya sudah diikatnya tinggi-tinggi. Ia meraih revolvernya, membidik sebuah target kecil yang berupa kertas yang tertempel pada papan tulis. Belum apa-apa, ia sudah merasa ingin menembak sesuatu. Lagi-lagi merasa kesal. Maxleon tidak pulang semalam dan hal itu sukses membuat perasaannya memburuk. Pertengkaran malam itu sama sekali belu

