Bab 36 Perasaan Denaya

1786 Kata

Maxleon dan Jeffrey duduk dalam ruangan santai lantai tiga NIA. Sisi ruangan berdinding kaca yang terletak di depan ruangan latihan fisik. Jeffrey duduk di kursi yang ada, sementara Maxleon berdiri di depan dinding kaca. Ia memperhatikan Maxleon dalam diam. Sejujurnya, ia tidak begitu menyukai Maxleon. Meskipun kelihatannya mereka hanyalah teman pada umumnya, tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Luka masa lalu itu masih membekas walaupun tak berdarah lagi. Namun Jeffrey juga tidak membencinya. Hubungan mereka terlalu rumit. Selisih paham yang telah terjadi seolah hilang terseret waktu. Kepedulian masing-masing mengalahkan segala sikap abai yang coba Jeffrey lakukan. Ia yakin ini bukanlah sebuah persahabatan ataupun pertemanan. Tapi bukan berarti ini sebuah permusuhan. Jeffrey tahu bahw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN