“Bisa kau ingat gerakannya? Terus lakukan seperti itu. Jangan sampai kakimu tenggelam dan kau ikut-ikutan tenggelam.” Maxleon menasihati, tapi tidak membuat usahanya jadi lebih membuahkan hasil. Ia tidak bisa berkonsentrasi. “Tunggu sebentar. Aku … aku tidak bisa konsentrasi.” “Fokus, Denaya.” “Aku sedang berusaha. Ini susah sekali, tahu.” Tangan Maxleon kini berpindah ke pinggangnya. Mencegah tubuhnya agar tidak semakin tenggelam. Kenapa melayang saja ia tidak bisa sih? “Jangan biarkan tubuhmu tertarik ke bawah. Ikuti tekanan air yang membawamu ke permukaan.” Denaya terus bergerak. Melakukannya dengan semangat berlebih hingga air itu bercipratan ke mana-mana. Sementara Maxleon masih memegangi pinggang hingga ke perutnya. Mencegah tubuhnya tenggelam. “Sampai kapan aku melakukan ini?

