"Cut!" Sutradara itu menatap lelah Ray yang lagi-lagi membuat kesalahan dalam adegannya. Sepanjang dia bekerja sama dengan Ray, baru kali ini dia melihat kinerja pria itu yang sangat buruk. Ray terus saja membuat kesalahan dari waktu ke waktu. Tubuhnya memang ada di sini dan berusaha untuk terus mengikuti semua arahannya. Tapi pikirannya, sudah jelas tidak berada di tempatnya kini berdiri sejak awal Ray datang pagi ini. Manager Ray bahkan sudah kesusahan mengatur pria yang terlihat gelisah dari waktu ke waktu tersebut. Ray sesekali akan mengetuk kakinya ke lantai, atau memainkan jarinya dengan wajah berkerut saat seseorang tidak memperhatikannya. Ray yang sekarang bahkan lebih pendiam dari sebelumnya. Sutradara itu curiga, sesuatu telah terjadi pada pria yang biasanya dikenal profesiona

