11. Fansign

2420 Kata
"Jadi...... Bisa kamu jelaskan ini apa Leon?" Victor bertanya sambil melambaikan tiket fansign dengan gambar Mia yang tengah tersenyum lebar di dalamnya. Dengan sikap tenang Leon tetap tersenyum, dalam beberapa hari ini dia sudah banyak belajar untuk menerima perubahan aneh dari bosnya ini. "Itu tiket fansign Bos. Karena Bos langsung membeli banyak album Mia sekaligus kemarin, Bos mendapatkan hadiah gratis tiket fansign terbaru Mia." Victor bertopang dagu saat dia menatap lembaran tiket itu dengan tatapan asing. Jarinya mengetuk meja kerjanya dengan tempo lambat ketika matanya fokus pada foto Mia yang ada di tiket tersebut. Victor menegakan tubuhnya, saat dia menatap Leon yang masih tersenyum ramah untuk sekali lagi. "Apa itu fansign? Apa dia akan menyanyi di sana?" tanya Victor serius. Leon sudah menduga bahwa bosnya itu tidak akan tahu apa itu fansign. Pria yang selalu hanya memikirkan pekerjaan mana tahu hal-hal seperti itu. Namun dengan sedikit harapan, Leon tetap memberikan tiket gratis itu pada Victor sekalipun dia ingin menyimpan tiket itu untuk dirinya sendiri. Leon benar-benar tidak habis pikir saat ini. Dia saja yang sudah banyak membeli banyak album Mia tidak pernah mendapatkan tiket legendaris itu, kenapa bosnya yang baru saja tertarik pada Mia dan bahkan tidak tahu apa itu fansign malah mendapatkan tiket itu? Leon diam-diam mengutuk dunia yang tidak adil ini sambil terus tersenyum karena untuk sekali lagi, Leon harus mau menjadi pengajar sabar untuk bosnya yang tidak tahu apa-apa tentang dunia hiburan. "Fansign itu acara khusus di mana para penggemar bisa bertemu langsung dengan idolanya untuk mendapat tanda tangan dan mendapat beberapa service Bos. Hanya dalam kesempatan itulah mereka bisa berinteraksi langsung dengan idola mereka, sekaligus bicara santai dengan mereka." Walaupun Leon juga tidak pernah datang ke acara seperti itu karena dia harus menemani Victor ke mana pun pria itu pergi, Leon masih berusaha sok pintar dan menjelaskan apa itu fansign pada Victor. Wajah Victor sedikit berubah saat dia mendengar kata service. Alisnya menyatu, saat wajah dinginnya terus menatap Leon yang melihat semua perubahan emosi itu dengan jelas sedari tadi. "Service apa yang kau maksud disini? Apa itu bermain di ranjang? Atau-" "Bukan yang seperti itu Bos! Ya ampun...... Bos pikir, apa Enzo akan mengijinkan hal seperti itu dilakukan oleh sepupu kesayangannya? Dia hanya akan memegang tangan penggemarnya paling jauh, tidak ada yang lain Bos. Biasanya penggemarnya juga hanya akan meminta mereka memakai hadiah yang mereka berikan, memberi mereka tanda heart, arah hal-hal sederhana lainnya. Lagipula fansign itu juga dijaga oleh staf dari agensi Mia. Mereka pasti akan menghentikan siapapun yang bersikap keterlaluan dalam acara fansign itu." Leon yang gemas mendengar dugaan bosnya tanpa sadar meninggikan suaranya saat dia juga memotong ucapan pria itu. Setelah sadar dengan kesalahannya, Leon langsung berdiri sedikit kaku. Dengan mood bosnya yang tiba-tiba buruk, dia pasti akan dimarahi habis-habisan kali ini. "Bos, maaf aku-" "Begitu. Aku tidak tahu ada juga yang seperti itu." Victor tidak memerhatikan kepanikan Leon sama sekali saat ekpresinya perlahan berubah santai kembali. Ternyata Mia memang berbeda dari artis-artis yang dia temui selama ini. Mereka biasanya akan bertindak nekat dengan berusaha naik ke tempat tidurnya demi popularitas atau sekedar tertarik padanya, tapi sepertinya Mia tidak pernah melakukan hal itu. Itu bagus, Victor lebih suka penyanyi yang jujur seperti Mia. Victor akhirnya melepaskan pandangannya dari Leon saat matanya menatapi tiket yang ada di tangannya baik-baik. Di tiket itu tertera tanggal diadakannya fansign tersebut, lengkap dengan tempat dimana fansign tersebut akan diadakan. "Kosongkan jadwalku pada hari fansign ini diadakan Leon. Aku akan datang, kamu juga akan ikut denganku. Beli satu tiket lagi untukmu bagaimana pun caranya. Aku ingin tahu, apa yang selama ini dia lakukan sampai dia tidak pernah sekalipun mengirimiku pesan bahkan setelah aku secara pribadi memberinya kartu namaku," perintah Victor sambil memainkan tiket yang ada di tangannya. Sekali lagi Leon tersenyum ketika pria itu mendengar perintah yang diberikan oleh Victor, dalam pikirannya terbayang sudah betapa mencoloknya mereka nanti jika orang-orang yang besar dan kekar seperti mereka datang ke acara fansign yang akan dihadiri banyak wanita yang merupakan penggemar Mia selama ini. Leon hanya berharap orang-orang tidak akan salah mengenali mereka sebagai bodyguard Mia. Leon juga berdoa semoga tidak akan ada penggemar pria yang berlebihan pada Mia nanti, atau acara fansign itu bisa hancur karena tempramen buruk milik bosnya. Leon mulai berdoa untuk banyak hal, hanya karena bosnya dengan santai memintanya untuk datang menemaninya ke acara fansign seorang penyanyi untuk pertama kalinya. "Baik Bos, aku akan mencarinya secepat mungkin." Namun pada akhirnya, siapa Leon hingga dia bisa menolak perintah langsung dari Victor? ***** Di tempat dilangsungkannya acara fansign Mia, semua mata memandang takjub dua orang pria yang baru saja datang dengan mobil mewah mereka. Sebelumnya, mereka sempat berpikir bahwa mobil yang baru saja datang adalah mobil yang membawa idola mereka Mia. Namun saat yang keluar malah seorang pria tampan dengan kemeja hitamnya, semua orang langsung tidak dapat berkata-kata. Jika Victor bisa digambarkan sebagai pria tampan yang berwibawa, anak buahnya Leon bisa digambarkan sebagai pria usia pertengahan yang tampan dengan gayanya yang santai dan cambang yang terlihat dari wajahnya yang tidak tertutup kacamata hitam. Daddy vibe kental sekali dari cara berpakaian Leon yang tidak seperti biasanya. Sebenarnya keduanya terpaksa menggunakan kemeja polos biasa untuk datang ke acara ini, setelah Leon berdebat dengan Victor yang ingin memakai three pieces suit nya seperti biasa sementara Leon ingin mereka berpakaian santai yang tentu saja tidak bisa diterima oleh Victor. Tapi karena pakaian mereka yang sederhana namun terkesan mewah, baik Victor maupun Leon malah nampak semakin mencolok karena dengan wajah dan tinggi mereka. Dengan pakaian semi formal itu, keduanya nampak seperti model, yang kebetulan akan menjadi tamu di acara fansign Mia kali ini. Semua orang sudah tidak sabar ingin mencari tahu siapa dua pendatang baru yang tampan itu, ketika Leon dengan santai malah masuk lewat pintu depan dan menyerahkan tiket fansign mereka pada penjaga yang berjaga di pintu depan. Bahkan untuk sesaat, penjaga yang menerima tiket mereka sedikit linglung saat keduanya malah dia sangka merupakan salah satu bintang tamu di acara fansign kali ini. Mata pria penjaga itu menatap keduanya dengan linglung, sebelum dengan nada ragu dia tetap mengijinkan keduanya masuk sebagai penggemar yang menunggu di kursi yang disediakan di dalam gedung. Di dalam, keadaan tidak kalah heboh saat keduanya masuk dengan gaya santai mereka. Beberapa perempuan bahkan menjerit tertahan, saat mereka menatap kedua pria menawan yang baru saja masuk dengan tatapan lapar. Awalnya, Victor berusaha tidak memedulikan para perempuan yang menjerit memalukan saat melihatnya berjalan sebelumnya. Dia sudah banyak mendapatkan tatapan memuja dari pria maupun wanita. Namun baru kali ini, seseorang dengan berani berteriak kagum di depannya seakan dia adalah tontonan masyarakat. Walaupun dikenal tampan, biasanya orang-orang tidak akan mengaguminya secara langsung karena mereka tahu siapa Victor sebenarnya. Namun di tempat ini, dimana Victor merasa seperti dia tengah datang ke acara ulang tahun temannya ketika dia berusia lima tahun, untuk pertama kalinya orang-orang tidak takut untuk menunjukan ketertarikan mereka tepat di depan wajahnya. "Kamu datang demi pacarmu?" Alis Victor langsung berkerut saat seorang gadis yang duduk di sebelahnya tiba-tiba saja bertanya dengan nada ramah padanya. Victor tidak ingin mengatakan apa pun pada orang asing, jadi Leon yang harus mengambil alih dengan memajukan sedikit tubuhnya agar gadis itu bisa melihatnya juga. "Ah, bosku adalah penggemar Mia. Ini pertama kalinya dia bisa datang ke acara fansign. Sebenarnya pertama kalinya juga untukku. Maaf jika kamu malah menimbulkan keributan." Dibandingkan dengan Victor, Leon dengan ramah mau tersenyum pada gadis muda itu ketika dia menjawab pertanyaannya. Mendengar penjelasan Leon, gadis itu akhirnya mengangguk kecil. Tidak heran Victor benar-benar terlihat tidak cocok di acara itu, gadis itu berpikir demikian ketika matanya sekali lagi menatap Victor yang nampak risih dengan tatapannya. "Maaf jika kamu menganggapku tidak sopan. Di acara fansign ini, kami biasanya santai dan saling berkenalan satu sama lain. Kami biasa membentuk sebuah komunitas untuk membahas tentang Mia dan bertukar informasi juga di acara ini. Karena biasanya, yang datang ke fansign Mia adalah mereka yang benar-benar setia padanya. Mendapatkan tiket fansignnya itu sangat sulit, hanya orang-orang yang benar-benar menyukainya yang bisa datang ke tempat ini," jelas gadis itu panjang. Leon balas mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan gadis itu, sementara Victor hanya menyilangkan tangannya tanpa mengatakan apapun. Untung saja rasa tidak sabar Victor segera terhapus saat acara fansign akhirnya resmi dibuka tidak lama setelah itu. Raut wajah kesalnya segera memudar saat Mia akhirnya masuk ke ruangan mereka. Namun wajahnya kembali menggelap, saat suara teriakan penggemar lain seakan berusaha untuk menulikan pendengarannya. Leon yang duduk di sebelah Victor hanya bisa tersenyum kaku saat instingnya dengan jelas bisa tahu bahwa bosnya sudah mulai tidak menyukai acara ini. Bosnya itu sangat benci kebisingan. Namun di tempat ini, Victor harus mendengar suara jeritan banyak orang yang memanggil Mia dengan suara memuja. Mia, yang kini tengah menarik perhatian Victor. Wajah Victor terus saja berubah-ubah sepanjang jalannya acara fansign. Wajahnya nampak kesal saat matanya menangkap mata orang-orang yang terus menatap Mia dengan tatapan memuja, lalu kembali santai saat Mia yang berdiri di depan mulai tersenyum atau menyanyi untuk para penggemarnya. Perubahan ekspresi yang ekstrim itu kadang sampai membuat Leon takut, namun pria itu berusaha bersikap biasa saja saat matanya ikut menikmati fansign yang selalu ingin dia ikuti sejak dulu ini. Saat sesi tanda tangan akhirnya tiba, Leon yang seakan mengingat sesuatu segera mengeluarkan sesuatu dari kantung yang telah dia siapkan sejak kemarin. Leon menyerahkan satu album pada Victor, beserta kotak lain sebagai hadiah yang akan Victor berikan pada Mia. Setelah mendapat tiketnya sendiri, Leon memang kembali diperintah oleh Victor untuk mencari hadiah yang tepat untuk Mia setelah Victor diam-diam menelusuri apa saja yang biasanya orang-orang lakukan dalam acara fansign dengan inisiatifnya sendiri. Leon sendiri sebenarnya menghabiskan waktu yang cukup sulit untuk melaksanakan perintah dari Victor. Diam-diam Leon ingin menangis, saat dia menyerahkan hadiah yang Victor pilih sendiri dengan sangat hati-hati pada pria itu. Berbeda dengan Leon yang terlihat berlebihan, Victor hanya mengambil kedua benda itu dengan tenang. Dia ikut berdiri ketika Leon yang ada di sebelahnya ikut berdiri, karena itu berarti kini bagian mereka untuk menghapiri Mia akhirnya tiba juga. Mia yang semula masih tersenyum setelah melayani penggemar di depannya nampak terkejut saat Victor akhirnya mendapatkan gilirannya. Dia tidak pernah tahu Victor akan datang ke acaranya karena Victor dan Leon terus menggunakan kacamatan hitam untuk menutupi sebagian wajah mereka sejak keluar dari mobil. Tapi tidak peduli dengan betapa terkejutnya dia saat bisa melihat Victor di acaranya, wajahnya yang manis langsung menampilkan senyum lebar saat dia menatap Victor dengan tatapan senang sekaligus lega. "Kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?" Mia belum sempat mengatakan apa pun saat Victor langsung bersuara ketika dia melepaskan kacamatanya dengan tenang. Keduanya sempat hanya saling bertatapan ketika beberapa penggemar mulai terdengar antusias di belakang mereka, sampai Leon harus berinisiatif menyerahkan album yang dibawa Victor untuk segera ditanda tangani oleh gadis itu agar mereka tidak menimbulkan kecurigaan apapun di hadapan penggemar lain yang menonton interaksi mereka. Disodorkan album seperti itu, Mia akhirnya kembali sadar dan mulai membubuhkan tanda tangannya di atas album terbarunya yang dibawa oleh Victor. Saat tangannya terus bergerak, Mia diam-diam menatap Victor yang ada di depannya. Pria itu hanya diam bahkan setelah Mia diam-diam meliriknya begitu. Mungkin masih kesal, karena Mia memang tidak lagi menghubunginya seperti janji gadis itu setelah makan malam bersama mereka. "Maafkan aku Kak Victor. Aku kehilangan kartu namamu entah bagaimana pada malam itu. Bukan maksudku, untuk mengingkari janjiku seperti itu. Aku juga merasa bersalah karena dengan ceroboh bisa menghilangkan kartu namamu seperti itu. Sebelumnya aku mencoba menghubungi Kak Victor lewat Kak Enzo ntuk memberi kompensasi atas kesalahanku. Tapi Kak Enzo terus mengatakan bahwa Kak Victor itu sibuk sampai aku tidak bisa menemui Kak Victor secara pribadi," ujar Mia menyesal. Penjelasannya berhenti saat tangannya telah selesai membuat tanda tangannya di bagian depan album yang dibawa Victor. Mia tampak sedikit sedih saat Victor tidak juga mau bicara padanya. Beruntung badan besar Victor sudah cukup menghalangi orang lain untuk melihat ekspresi penyanyi itu untuk sementara, atau penggemar Mia harus menyaksikan seseorang membuat idola mereka sedih di acara spesial ini. Wajah Mia berubah bingung saat Victor tiba-tiba menunjuk bagian kosong album yang dia bawa. Seakan tahu Mia tidak mengerti dengan maksudnya, Victor menegaskan tindakannya sekali lagi. "Nomormu, tulis di sini. Aku akan menjadi yang pertama menelfonmu setelah ini," ujar pria itu. Seorang staf baru saja ingin maju untuk memperingati Victor karena melanggar ketentuan fansign, saat Mia segera menahannya dengan sigap. "Dia kenalanku. Tidak apa-apa, aku akan memberinya nomor pribadiku tanpa seorang pun tahu," ujar Mia. Walaupun melanggar peraturan, staf itu kembali mundur karena Mia sendiri yang telah berkata begitu. Dia tidak mau mengambil resiko dengan menyinggung gadis cantik itu. Semua orang di agensi juga tahu, bahkan CEO agensi mereka tidak akan berkutik di hadapan artis mereka yang satu ini. "Ini, tolong maafkan aku sekali lagi ya Kak. Kalau bisa, tolong jangan tunjukan album ini pada siapa pun selama Kak Victor ada di tempat ini. Seperti yang Kak Victor lihat, memberi nomor telepon di acara seperti ini sebenarnya telah melanggar aturan fansign." Selesai menuliskan nomor telepon pribadinya di album Victor, Mia kembali menyerahkan album itu pada Victor dengan cara alami agar tidak dicurigai oleh penggemarnya yang lain. Tidak lupa Mia juga memperingati pria itu, yang dibalas anggukan mengerti oleh Victor yang tiba-tiba saja berapa dalam suasana hati yang baik. Pelanggaran. Berarti hanya Victor yang bisa mendapatkan nomor telepon itu di acara fansign ini bukan? Dengan hati senang Victor mengambil album itu, lalu menyerahkan kotak yang dia bawa khusus untuk Mia hari ini. "Hadiah untukmu." Hadiah itu Mia terima dengan sepenuh hati. Wajahnya berubah terkejut, saat Mia mendapati sebuah patung giok berhias berlian ada di dalam kotak tersebut. Patung itu adalah potret dirinya yang tengah bernyanyi, lengkap dengan mic yang dibalut berlian dan ekspresi tersenyum yang digambarkan dengan sangat cantik. "Leon bilang biasanya seseorang memberi hadiah di acara fansignmu. Tapi aku tahu tanpa hadiah pun, Enzo pasti telah memberimu segalanya. Jadi dengan hadiah ini aku hanya ingin kamu selalu ingat, bahwa kau tampak sangat menawan saat tengah bernyanyi Mia." Pipi Mia langsung bersemu merah saat Victor menjelaskan maksud dari hadiahnya dengan wajah tenang. Di patung itu, Mia memang nampak sangat cantik dengan kilauan yang dihasilkan dari berlian yang menempel di beberapa bagian penting patung tersebut. Dia terbiasa menerima hadiah mahal dari para penggemarnya, namun patung ini nampaknya memiliki tempat yang paling berbeda di hati Mia. "Terima kasih Kak Victor. Aku sangat menyukainya," ujar Mia dengan tulus. Victor membalas ucapan itu dengan senyum tipis. Hatinya mendadak terasa ringan saat dia merasa Mia telah memberinya senyum terbaik yang bisa gadis itu berikan untuk hari ini. "Aku akan meneleponmu setelah ini," bisik Victor memberitahu saat dia berlalu karena waktunya bicara dengan Mia akhirnya habis juga. To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN