Mia terbangun di tengah malam dengan tenggorokannya yang terasa kering. Pandangan yang pertama menyambutnya ketika dia membuka mata adalah wajah tertidur Lily yang terlelap di kursi yang letaknya tidak jauh dari tempat tidurnya. Mia beberapa kali berusaha membangunkan Lily agar wanita itu pindah ke tempat tidurnya untuk mendapatkan posisi tidur yang lebih baik. Tapi tidak peduli sekeras apa Mia mencoba membangunkan Lily, wanita itu tetap tidak bergeming saat wajah lelahnya sesekali berkerut karena gangguan kecil dari Mia. Mia tahu orang-orang di sekitarnya terus bekerja keras untuknya beberapa hari belakangan ini. Mia sadar permintaannya saat itu benar-benar tidak masuk akal. Terus-menerus bergantung pada sepupunya, Mia benar-benar merasa bersalah sekarang. Tidak lagi ingin menganggu t

