Clang "Silahkan datang lagi lain waktu, Tuan." Gery menghembuskan nafas panjang saat dia keluar dari kafe yang sering dia kunjungi bersama dengan sang istri sebelumnya. Kafe yang dulu selalu dia kunjungi terasa sangat hambar saat dia hanya datang sendirian kali ini. Setidaknya Gery bersyukur pemilik kafe itu belum merubah tokonya sedikit pun dari beberapa tahun yang lalu. Dengan begitu, setidaknya Gery bisa mengingat kembali kenangannya dengan sang istri ketika dia berada di kafe tersebut. Tapi mengingat kenangan indah, kadang lebih menyakitkan daripada mengingat kenangan buruknya. Sekali lagi senyum sang istri terbayang di wajahnya, saat Gery berada di kafe itu berjam-jam tanpa mengatakan apa pun. Kebahagiaan yang dia rasakan terasa berlalu begitu cepat. Semua canda tawa yang istrin

