83. Pengorbanan

2830 Kata

Tetesan air dingin yang terus-menerus menetes di wajahnya membuat Mia berusaha membuka matanya walaupun seluruh tubuhnya masih terasa kebas dan sulit untuk mendengarkan perintahnya. Kegelapan dan pandangan yang kabur langsung menyambutnya ketika Mia akhirnya bisa sedikit bergerak. Mia baru sadar tangannya terikat, ketika dia merasakan perasaan menyengat dari kedua pergelangan tangannya. Mia kini duduk di bangunan kotor yang tidak dia kenal. Ingatannya masih kabur dan tidak jelas, saat dia melihat siluet seseorang duduk tidak jauh dari posisinya. Walaupun masih pusing, Mia langsung bisa mengenali pria yang tampaknya belum sadar bahwa mereka sepertinya diculik saat ini. Pria yang mengantarnya, tengah duduk tidak jauh darinya. Tangannya sama-sama terikat, walaupun entah kenapa kondisinya ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN