SEASON 1 JULIA Chapter 11 Elias bertamu lagi

959 Kata
Season 1 Chapter 11 Elias bertamu lagi Jalanan tidak terlalu macet malam ini, Julia menbawa mobilnya dengan santai sambil mendengarkan lagu lagu dari Cold Play, Julia memang fans dari Chris Martin. Ia selalu bermimpi memiliki kekasih seperti idolanya tersebut, tapi semua hanya mimpi belaka. Dari dulu semua yang naksir dirinya tidak ada satu pun yang memiliki sedikit kemiripan dengan Chris Martin. Pukul 10.20 Julia memarkir mobilnya ke dalam garasi, ia melihat mobil Elias yang parkir di depan rumah. Setelah mengunci mobilnya, ia berjalan memasuki rumah sambil memikirkan mengapa sudah malam begini Elias masih bertamu. Ketika ia baru memasuki ruang tamu, terdengar suara tawa mama, papa dan Elias. Mereka serentak melihat ke arah Julia yang baru tiba. Julia menyapa orang tua nya, " Pa, ma" "Elias tumben malam malam berkunjung?" tanya Julia. "Kamu yang kemalaman pulangnya, Julia" kata mama. "Hari ini banyak pengiriman dan pesanan yang masuk, mana manajer nya nga masuk lagi, semua jadinya kacau kurang pegawai, mana tadi pagi Julia kesiangan ke butiknya juga, lembur sampai malam jadinya" keluh Julia. "Kenapa manajernya nga masuk kerja hari ini? Biasa kan Maria karyawan kamu itu rajin nga pernah absen" tanya mama. "Dia kecelakaan ketabrak motor pas nyebrang, nga parah sih tapi Maria beralasan mukanya lecet dan bengkak jadi ia malu masuk kerja" jawab Julia. "Oh tapi kerjaan kamu udah beres semua Julia? Tapi tadi kenapa kamu nga hubungi mama sama papa buat ke sana bantuin kamu, kan mama sama papa juga nganggur, lumayan kan kalau bantu bantu di sana" tanya mama. "Udah beres semua kok ma, mama sama papa mau bantuin apa? Packing atau ngecek barang pesanan? Mama sama papa nanti malah bikin tambah kacau karena nga ngerti mesti Julia ajarin lagi, nah nanti bukan tambah cepat selesai malah tambah lambat" Julia menjelaskan. "Iya nih mama kamu mau bikin tambah repot aja, urusan kerjaan kita yang udah tua udah nga ngerti, biar anak anak yang tanganin kalau ada yang mesti kita bantu pasti mereka hubungin kita ma" papa ikut memberikan penjelasan ke mama. "Mama kan mau juga bantuin, lagian di rumah nga ada kerjaan bikin mama bosan, kalau bisa bantu bantu sedikit kan anggap mama olah raga juga" mama memberikan alasannya. "Ma, mama itu udah waktunya nyantai bukan ikutan kerja, mending mama ikut senam aerobik atau ikutan karoke atau pergi jalan sama teman teman mama aja, hang out sama teman lama juga ok, ngapain mau bantu bantu di tempat kerja?" saran Julia ke mama. "Kalau cuma main atau hang out doang lama lama mama juga bosan, lagian itu habisin duit, kalau bantu bantu kan bisa bantuin kamu dapat duit" jelas mama. "Yah udah nanti kalau Julia butuh bantuan Julia nyari mama lain kali" Tiba tiba mama menyadari Elias masih bersama mereka, mama merasa malu dengan percakapan mereka. Mama sibuk bercakap cakap dengan putri tanpa menghiraukan tamu mereka. "Elias kamu ngobrol dulu dengan Julia, tante dan om mau istirahat di kamar dulu sudah malam soalnya" mama buru buru memberikan kesempatan kepada Elias. "Oh iya tante, selamat malam selamat beristirahat" jawab Elias. Setelah itu papa dan mama meninggalkan ruang tamu. Tinggal Julia dan Elias saja disana membuat ruang tersebut sedikit sunyi. Sebenarnya rencana Julia setelah sampai rumah mandi dan langsung tidur. Ia sudah menguap beberapa kali sedari tadi mengobrol dengan orang tuanya. Julia benar benar lelah dan mengantuk karena kurang tidur semalam dan kerja hingga larut malam hari ini. Tapi ia tidak bisa mengusir Elias yang sedang duduk di ruang tamu bersamanya. Mengetahui dirinya tidak bersemangat untuk ngobrol lagi, Julia hanya diam saja tanpa berusaha memulai percakapan. Ia berharap Elias bisa tahu dirinya yang sedang kelelahan dan tahu diri segera pamit pulang. Setelah saling berdiam diri dengan pikiran masing masing, Elias yang duduk di sebrang Julia melihat Julia hanya diam saja akhirnya memulai percakapan, "Hari ini kamu pasti sibuk sekali, sorry yah datang berkunjung tiba tiba dan menganggu waktu istirahat kamu, ini kebetulan tadi saya ada janji di daerah sini jadi sekalian mampir berkunjung buat ngobrol sebentar dengan kamu" Julia yang mendengar penjelasan Elias hanya merespon dengan senyum terpaksa. "Kalau tahu kamu sibuk banget, saya pasti nga ke sini, saya balik dulu deh, ini juga sudah terlalu malam, lain kali saja saya baru mampir lagi ke sini" Elias yang melihat Julia yang kelelahan akhirnya undur diri juga, ia segera bangkit berdiri dan bersiap siap untuk pulang. Julia akhirnya ikutan berdiri walau dengan susah payah, badannya berasa tanpa tulang susah untuk digerakan. Badan terasa sudah menyatu dengan sofa yang empuk sehingga enggan meninggalkan kenyamanan tersebut. "Sorry yah Elias, saya benar benar lagi cape banget, mau buru buru tidur bukan maksud saya ngusir kamu loh" "Iya saya tahu kok, yah udah sana kamu segera istirahat, ingat jaga kesehatan, kalau terlalu lelah penyakit gampang kena, saya balik dulu yah, bye" "Bye" jawab Julia Setelah melihat Elias pergi dengan mobilnya, Julia segera mengunci pintu dan bergegas masuk kamar mandi untuk mandi. Julia yang selesai mandi sedikit segar sambil berbaring di tempat tidurnya ia membuka hp. Ia melihat beberapa miscall dan chat dari Elias yang tidak ia perhatikan karena sibuk, ia merasa kedatangan Elias bukan karena ia mampir karena ada urusan di daerah dekat rumah nya tapi Elias penasaran kenapa ia tidak membalas chat dan mengangkat telephone dari nya. Julia merasa Elias terlalu berharap banyak dari nya. Padahal ia sudah mengingatkan Elias dirinya masih belum ada perasaan tapi kelihatannya Elias tidak memperdulikan peringatannya. Ia merasa perlu memikirkan cara lain supaya Elias tidak terlalu memonopoli kehidupan dan privasinya. Ia masih ingin memiliki waktunya bersama teman atau mencoba melihat calon lainnya. Walau ia merasa Elias merupakan calon yang cukup kuat tapi ia masih saja ragu, ia tidak terlalu suka hidupnya di kekang dan terlalu di pantau setiap saat. Karena kelelahan yang ia alami dan kelelahan berpikir akhirnya ia tertidur dengan hp masih di tangannya. Ia segera memasuki alam mimpinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN