SEASON 1 JULIA Chapter 10 Ragu

1088 Kata
Julia berbaring di kasurnya yang empuk sambil menonton serial kdrama yang tadi terhenti gara gara kedatangan Elias. Tapi Julia tidak konsentrasi dalam menonton. Ia masih memikirkan nasihat mama. Ia juga setuju dengan pandangan mama dalam menilai Elias dan Steve. Memang jika dilihat dari semua Elias merupakan calon suami yang paling ideal. Hubungan mereka pasti dan tidak akan ada yang menghalangi. Selain kedua nya memang berniat mencari pasangan hidup, dan kedua nya sudah memasuki usia yang matang dalam berpikir dan bertindak. Yang membebani Julia adalah perasaannya masih belum merasa pas dengan Elias. Julia juga tahu seandainya ia menikah dengan Elias kemungkinan besar ia akan bahagia karena Elias memiliki perasaan terhadap dirinya. Ia juga mengetahui keluarga mereka saling mengenal sehingga hubungan mereka berdua bukan untuk main main tapi serius. Perasaan Julia yang tidak menentu membuat ia susah untuk memejamkan mata, padahal sekarang sudah jam satu dini hari. Julia berusaha tidur, namun akhirnya kira kira jam dua an ia baru bisa memejamkan matanya. Keesokan hari nya Julia bangun kesiangan, setelah bersiap siap ia menuju butik keluarga yang ia tangani. Para karyawan sedang bekerja melihat kedatangan Julia kaget dengan penampilannya yang tidak bersemangat. Natalie yang kebetulan datang mengunjungi butik tersebut juga terkejut melihat dirinya. "Tumben baru datang, nga biasa nya kesiangan trus itu mata kenapa kuyu dan hitam kayak panda?" tanya Natalie "Iya semalam nga bisa tidur, jam dua an baru bisa mejamin mata" "Masih ngantuk sebenarnya tapi hari ini ada pesanan barang yang lumayan banyak harus dikirim, jadi maksa datang juga buat mantau proses packing dan pengiriman" "oh iya di butik baru siapa yang jaga hari ini tumben bisa kesini?" tanya Julia "Hari ini minta tolong Novie bantuin ngurus disana sementara soalnya mau periksa kandungan dokternya ngasih jadwal hari ini jam segini lagi" jawab Natalie "Trus yang butik yang biasa di pegang Novie siapa yang nanganin?" "Hari ini cuma di pantau sama manajer di sana, kalau tempat aku manajer tokonya lagi cuti melahirkan jadi nga ada yang bisa di percaya buat ngawasin" "Oh, trus kok malah kesini bukannya langsung ke tempat dokter praktek?" "Tadi karyawan kamu nanyain soal kunci butik, karena manajer kamu nga masuk hari ini dia kecelakaan ketabrak motor pas mau nyebrang, sekarang lagi di UGD rumah sakit" "Hah? masa sih sampai masuk UGD? emang parah ketabraknya?" "Tadi telephone ngasih kabar sih katanya nga terlalu parah cuma lecet lecet doang tapi bukan kaki ama tangan doang, bagian mukanya juga kena jadi dia malu kerja" "Ada ada aja pas lagi banyak kerjaan malah dia kecelakaan, bisa lembur nih hari ini?" "Sekarang Theo mana? kok nga keliatan?" "Dia lagi liat ke gudang cek stok barang, ada beberapa barang mau di bawa ke butik baru" "Oh yah udah deh, aku mau mulai ngatur packing pesanan customer dulu, biar cepet selesai, takut kemalaman bagian ekspedisi keburu tutup" "Iya sana kerja yang rajin, ntar aku traktir makan siang deh pas selesai cek ke dokter" "Sorry nga bisa bantuin hari ini padahal lagi sibuk semua" "Nga usah repot repot nanti langsung balik ke pabrik aja liat bagian produksi, soalnya banyak orderan yang belum jadi, minta Theo bantu kontrol di sana" "Soal makan siang mah gampang, ntar mau nyuruh karyawan beliin nasi padang aja, udah lama nga makan nasi padang lagi ngiler dari kemaren kemaren nih tapi belum kesampaian buat makannya" "Wah kayak orang lagi hamil aja pake ngidam nasi padang" "Emang orang hamil aja yang boleh ngidam orang yang nga hamil nga boleh?" "Haha...haha...haha.. boleh siapa aja boleh ngidam orang hamil, nga hamil, perempuan, laki laki pun boleh ngidam" "Yah sana jalan udah di jemput Theo tuh, jangan lupa, langsung ke pabrik aja" "Iya iya ingat kok, yah udah jalan dulu yah bye bye ipar ku yang cerewet" "Bye" jawab Julia sambil melotot gara gara dikatain cerewet oleh iparnya. Natalie bergegas menuju arah Theo dan langsung meninggalkan Julia sendirian. Julia segera menuju kantornya, dan ia segera mulai bekerja. Komputer dan telephone tidak lepas dari tangannya hingga jam dua sore. Ia tidak mengetahui sudah beberapa jam ia sibuk hingga melewatkan jam makan siang. Jika perutnya yang meronta ronta minta diisi ia mungkin akan terus bekerja. Tadi jam makan siang ia telah meminta karyawannya membelikan nasi padang, dan baru sekarang Julia sempat membuka bungkusan nasi padangnya. Karena sudah terlalu lapar, nasi padang yang sudah dingin tetap terasa enak di mulut Julia. Ia menikmati makanannya sambil melihat hp yang ia lupakan gara gara sibuk bekerja. Di layar hp hanya ada beberapa chat yang masuk tapi Julia melihat chat yang paling banyak di terima dari Elias. Ia melewatkan chat chat tersebut. Ia melihat lihat chat lainnya. Semua hanya chat dari teman teman nya menanyakan kabar dan sekedar mengajak hang out. Julia tidak semangat membalas semua chat chat tersebut. Ia segera menghabiskan makan siangnya dan meneruskan pekerjaan nya yang masih banyak. Sekitar jam tujuh malam Julia baru memesan makan malamnya. Karena sudah terlalu malas untuk mencari cari menu makanan kesukaannya, ia hanya memesan nasi bento yang praktis dan tambahan ice cappuccino kesukaannya. Kira kira tiga puluh menit pesanannya datang. Julia segera menyantap makanannya tersebut. Paket bento yang terdiri beef teriyaki, shrimp roll, chicken katsu dan soup tofu segera dihabiskan dalam beberapa menit tanpa sisa. Sambil menikmati ice cappuccinonya, ia melihat lihat laporan penjualan minggu ini. Ternyata penjualan minggu ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Belum selesai ia melihat laporan tersebut tiba tiba hp nya berdering. Ia mengambil hpnya dan melihat nama Elias yang tercantum di layar membuatnya meletakan hp nya kembali. Ia tidak berniat mengangkat hp nya, ia tidak sempat dan tidak mood untuk mendengarkan obrolan tidak juntrungan dengan Elias. Pekerjaannya masih menumpuk dan waktunya tidak cukup untuk sekedar basa basi membahas hal hal tidak penting. Hp nya terus berdering beberapa kali. Beberapa karyawannya yang ikut lembur bersama melirik kearah nya beberapa kali karena melihat ia mengabaikan hp yang terus berdering. Mungkin para karyawannya mengira dirinya menghindari para penagih hutang yang meneror customernya yang telat membayar tagihan atau menghindari para sales yang pantang menyerah menawarkan produk produk mereka hingga custumer mereka menyerah. Akhirnya dering hp Julia terhenti setelah berdering tanpa henti beberapa saat. Julia seakan tidak perduli dengan hp nya, ia tetap melanjutkan pekerjaannya hingga jam sembilan malam. Setelah selesai memeriksa dan mengunci pintu butiknya. Julia segera menuju mobil yang masih terparkir di depan butiknya tersebut. Mobil Honda City nya sudah menemani dirinya selama empat tahun lebih, tapi ia masih menyayangi mobilnya tersebut. Papa dan Theo sudah pernah menanyakan apakah ia berniat menganti mobilnya dengan mobil baru. Tapi ia menolak dengan tegas. Menurutnya mobilnya masih ok dan bisa di andalkan. Ia merasa nyaman dan berat berpisah dengan mobil kesayangannya tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN