SEASON 1 JULIA Chapter 9 Cemburu

1022 Kata
Julia melihat perubahan wajah Elias yang menunjukan tanda kurang senang secara tiba tiba. Ia merasa tidak bersalah karena mereka belum menjalin hubungan, sehingga ia merasa bebas berbicara dengan pria lain. Mengapa ia memedulikan perasaan Elias, toh ia belum menyetujui hubungan ini. Mereka hanya sebatas teman yang dikenalkan orang tua mereka. Mama yang merasakan situasi yang canggung berusaha mencairkan suasana dengan menyuruh Elias mencicipi kue bolu bikinan mama yang tersaji di meja. Elias segera mengambil sepotong untuk menyenangkan hati mama. Sebenarnya ia ingin menanyakan ke Julia mengenai siapa Steve. "Bolu nya enak loh tante, ini benar bikinan tante sendiri? rasanya lebih enak dibanding yang dijual di toko" puji Elias "Ah bisa aja Elias bikin malu tante aja, mana mungkin lebih enak dibanding yang di jual di toko?" mama malu malu atas pujian Elias Julia yang mendengar percakapan mereka berdua cuma bisa memuji Elias yang pintar mengambil hati mamanya. "Ayo dimakan lagi, kalau Elias suka masih banyak kok" "Tenang aja, ini nanti juga habis cuma Elias takut dimarahin kalau pada nga kebagian bolunya" "Nga apa apa kok dihabisin tante biasa bikin bolu ini, gampang nanti kalau yang lain nga kebagian tante tinggal bikin lagi aja" Elias yang mendengar perkataan mama mau nga mau memakan bolu beberapa potong lagi. Mama masuk ke dalam karena tiba tiba di panggil sama papa dari dalam sehingga tinggal Julia dan Elias di ruang tamu. Elias tiba tiba menanyakan "Julia kamu lagi dekat dengan orang lain?" Julia yang mendengar pertanyaan Elias kaget dan segera menjawab "Dekat bagaimana? ini kita juga dekat kan? teman teman aku bukan cuma cewe loh, yang cowo juga banyak" Elias yang mendengar jawaban Julia tambah kelihatan kurang suka. Julia semakin binggung dengan sikap Elias, bagaimana mungkin ia perlu membatasi hubungannya dengan lawan jenis. Belum jadian saja sudah mulai mau mengatur ngatur dirinya membuat Julia marah. "Elias saya rasa hubungan kita masih tahap berkenalan dan kita masih benar benar belum mengenal satu sama lainnya" "Saya juga bebas berteman atau menjalin komunikasi dengan siapapun, jika Elias mau berkomunikasi dengan wanita lain juga tidak masalah dengan Julia" "Mungkin ada sedikit salah paham di antara kita, saya merasa belum ada kecocokan di antara kita, saya hanya menganggap Elias sebagai teman biasa, kita tetap bisa saling berhubungan seperti yang sudah teejadi tapi seandainya Elias merasa kita tidak bisa hanya berteman saya minta maaf kalau tidak bisa meneruskan semua ini" Julia merasa tidak enak karena terlalu terus terang menolak Elias tapi ia tidak bisa memberikan harapan palsu. Ia tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Elias tampak kaget mendengar perkataan Julia, ia tidak menyangka Julia lumayan tegas dan terus terang dalam menilai hubungan mereka. Ia memang cemburu mendengar Julia berbicara dengan pria lain. Mungkin ia terlalu cepat menilai hubungan mereka sudah pasti. Elias tidak menduga Julia selama ini hanya menganggao dirinya teman biasa bukan teman special. Ia memang belum mengajak Julia menjalin hubungan atau menanyakan perasaan Julia. Ia mengira Julia bisa menebak dari cara nya memperlakukan Julia selama ini. Melihat Julia yang kelihatan marah akibat kecemburuannya Elias merasa serba salah. Ia takut Julia memutuskan pertemanan mereka dan membuat kesempatan Elias untuk mendapatkan hati Julia semakin susah. Tapi ia juga tidak mau Julia memberikan kesempatan kepada pria lain untuk mendekatinya. Dari telephone barusan Elias mengetahui pria yang menghubungi Julia terdengar berniat mengenal lebih dekat Julia. Dalam keadaan yang sibuk pria tersebut berusaha menghubungi Julia karena pria tersebut juga takut Julia melupakan diri nya. Seandainya Julia ternyata lebih tertarik dengan pria tersebut sia sia semua usahanya yang Elias lakukan demi mendekati Julia. Elias akhirnya mengeluarkan jawabannya setelah menimbang cukup lama, "Julia saya minta maaf bukan maksud saya untuk melarang kamu berteman atau berkomunikasi" "Saya juga tahu hubungan kita masih tahap perkenalan dan kita sedang berusaha saling mengenal" "Julia tentu nya bisa menebak kalau saya benar benar serius untuk menjalin hubungan ini" "Saya sudah merasa cocok dengan Julia, maaf jika saya tidak tau bagaimana perasaan kamu" "Saya cuma ingin diberi kesempatan untuk lebih mengenal kamu lebih dalam lagi seperti pria pria yang mendekati kamu" "Saya juga berharap hubungan kita bisa tetap berjalan seperti biasanya dan berlanjut hingga ke tahap yang lebih baik" "Dan saya akan sabar menunggu pintu hati Julia terbuka untuk saya bukan untuk pria lain" Julia yang mendengar jawaban Elias tidak tahu harus berbuat apa. Selain ia merasa tidak enak sudah menolak Elias, ia juga merasa sedih seandainya hubungan pertemanan mereka berakhir. Sebagai teman Elias benar benar orang yang bisa mencairkan suasana, sehingga ia tidak akan bosan berada di dekatnya. Tapi untuk sebagai pasangan Elias dianggap tidak memenuhi kriterianya. Jika ia tiba tiba memutuskan hubungan mereka tentu hubungan orang tua mereka akan canggung. "Baiklah saya pikir kita bisa tetap berteman seperti biasanya, saya juga senang bisa kenal dengan Elias" akhirnya Julia berkata Elias yang mendengarnya menarik nafas lega, kesempatan nya masih terbuka, dan ia akan berusaha merebut hati Julia dari para saingannya. Karena masing masing sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka kembali mengobrol santai membahas masalah umum walau masih terasa canggung. Setelah mengobrol kembali kurang lebih setengah jam Elias minta ijin undur diri karena harus kembali ke pabriknya memantau hasil kerja karyawannya. Elias pamit ke orang tua Julia dan langsung pulang setelahnya. Setelah Elias pulang, mama tiba tiba menanyakan soal Steve, Julia menjelaskan secara ringkas bagaimana mereka bisa saling mengenal. Mama memberikan nasehat, kalau Steve terlalu muda dan tampan, juga terlalu sibuk seandainya Julia dan Steve jadian bakalan membuat Julia sedih dan susah. Mama bilang nanti kamu bakalan sering cemburu karena Steve masih muda dan tampan sehingga banyak wanita yang mengejar ngejar dirinya, dan karena terlalu sibuk nanti Julia bakalan bosan dan kesepian sering di tinggal gara gara kerjaan. Steve juga masih muda sehingga mungkin ia belum serius menjalin hubungan yang pasti, mama takut nanti Julia hanya dijadikan pacar saja bukan dijadikan calon istri. Mama juga mengingatkan umur Julia yang sudah dua puluh tujuh bukan waktunya mencari pacar lagi tapi serius mencari suami. Bagaimana dengan keluarga Steve, apakah mereka setuju dengan Julia atau apakah Julia mengenal keluarga mereka, bibit bebet bobotnya. Mama menambahkan kalau dengan Elias mereka semua saling mengenal dan keluarga juga saling setuju dengan hubungan mereka. Julia yang mendengar nasehat mama membuat harapannya untuk menjalin hubungan dengan Steve sedikit berkurang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN