Sudah dua hari setelah pertemuan Julia dengan Steve tapi Julia belum mendapatkan telephone dari Steve.
Ia bukan sengaja menunggu telephone tersebut, tapi ia penasaran bagaimana reaksi Steve setelah pertemuan mereka.
Julia merasa Steve tertarik padanya tapi mengapa sudah dua hari berlalu belum ada kabar dari Steve.
Mungkin kah Steve sebenarnya tidak tertarik padanya atau jangan jangan Steve salah menyimpan nomernya.
Julia binggung dengan reaksi Steve, ia mau menanyakan kepada Natalie tapi ia gengsi takut di anggap terlalu mengharapkan Steve menghubunginya.
Theo dan Natalie juga biasa saja tidak menanyakan kelanjutan hubungan mereka.
Membuat ia menjadi malu seandainya menanyakan soal Steve.
Sedangkan Elias yang tidak mengetahui hal ini masih rajin menghubungi Julia. Ia sepertinya masih berharap Julia akan tertarik padanya.
Julia yang tidak pernah menghubunginya membuat Elias berasumsi Julia malu untuk menelphone cowo terlebih dahulu, mungkin menjaga image takut di anggap terlalu agresif.
Padahal Julia sama sekali tidak memiliki perasaan tersebut, ia malah tidak pernah memikirkan Elias, setiap menerima telephone Elias ia hanya menganggap acara rutin biasa seperti menonton serial kdrama yang disukainya.
Akhir akhir ini ia berusaha menolak menerima telephone dari Elias, dengan berbagai alasan, sedang keluar, sedang menerima telephone dari temannya atau sudah tertidur.
Tapi Elias tidak pernah putus ide, ia pasti berusaha menghubungi Julia kembali.
Elias merasa kalau belum mendengar suara Julia dan mendengar kabarnya seperti ada yang kurang di hari itu.
Ia tidak mengetahui Julia tidak tertarik padanya.
Setelah beberapa hari menghindar darinya, di hari kamis malam tiba tiba Elias datang mengunjungi Julia.
Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu Julia terkejut melihat Elias yang sedang mengobrol dengan mama di ruang tamu.
Julia tidak mengetahui kedatangan Elias baru keluar kamarnya mencari makanan cemilan untuk menonton serial kdrama yang sedang diikutinya.
Ketika berjalan menuju dapur ia mendengar suara Elias dan mamanya yang sedang bercakap cakap.
Karena penasaran ia bergegas menuju ruang tamu, menurutnya mana mungkin Elias ada di rumahnya saat ini.
Baru kaki nya sampai di dekat ruang tamu tiba tiba ia mendengar Elias menanyakan apakah soal dirinya kepada mama.
Julia baru menyadari Elias benar benar ada di ruang tamu.
Ia ragu ragu mau menemui Elias atau kembali ke kamarnya.
Julia melihat pakaian yang di kenakan sekarang hanya T'shirt oversive yang sudah pudar dan celana pendek rumah yang biasa ia pakai kalau tidak ke mana mana. Dengan rambut yang dicepol asal asalan.
Penampilannya saat ini benar benar tidak pantas untuk menerima tamu.
Tapi ia sebenarnya tidak memikirkan imagenya di depan Elias.
Ia menganggap Elias hanya teman biasa yang membuat ia tidak perlu merias dirinya ketika bertemu.
Ia hanya merias diri ketika berada di depan pria yang disukainya. Dan Elias tidak termasuk.
Kalau Julia keluar sekarang dengan penampilannya paling mama marah karena ia membuat mama malu dengan penampilannya yang awut awutan ketika menerima tamu.
Akhirnya ia kembali ke kamarnya setelah menimbang nimbang.
Julia mengganti t'shirtnya dengan kaos merah yang longgar krah v dengan celana jeans pendek selutut.
Ia mengikat rambutnya dengan rapi.
Setelah melihat penampilannya yang sudah lebih baik, ia keluar kamar dengan tidak lupa mengambil hpnya yang tergeletak di atas kasur.
Mama yang melihat Julia memasuki ruang tamu mengomelinya.
"Julia, kamu bagaimana? Elias sudah setengah jam lebih ngobrol dengan mama, kamu nga keluar keluar kamar, masa Elias datang tidak disambut, padahal Elias sudah jauh jauh ke sini untuk ketemu kamu"
"Mana Julia tahu Elias ada di rumah, Julia kan nga bisa ngeramal" Julia membela diri.
"Maaf tante, Elias memang tidak memberitahukan kepada Julia kalau hari ini akan datang"
"Ini sebenarnya tidak direncanakan, tadi kebetulan ada ketemu dengan customer didaerah sini setelah selesai saya pikir mampir sebentar sambil menunggu jam jam tidak macet untuk balik."
"Julia benar tidak tahu dengan kedatangan saya, sekali lagi saya minta maaf atas kedatangan saya yang tiba tiba" Elias memberikan penjelasan ke mama dan Julia.
Julia yang mendengarkan penjelasan Elias memprotes ke mama
"Tuh kan mama dengar sendiri Julia sama sekali nga tahu kok, mama main asal nuduh aja"
Mama yang mendengar protes Julia dan penjelasan Elias hanya tersenyum ke arah Elias dan berkata,
"Elias kapan aja boleh mampir dan main kesini, tante tidak masalah malah tante senang ada yang menemani mengobrol"
Julia yang mendengar perkataan mama cuma bisa diam saja, kelihatannya mama menyukai Elias, ia memikirkan seandainya mama tau Julia tidak terlalu menyukai Elias apa yang akan mama katakan.
Elias memang orang yang mudah berkomunikasi dengan siapa saja, ia bisa menemukan topik pembicaraan yang menarik, ini yang membuat mama senang ngobrol dengan Elias.
Papa bukan orang yang suka ngobrol yang kurang penting sehingga mama mungkin sekarang menemukan teman ngobrol yang asyik.
Ia memaklumi mamanya, tapi bagaimana ia harus memaksakan hatinya pada orang yang tidak ia sukai demi mamanya.
Kan yang menjalani hubungan Julia bukan mama, mama mungkin merasa cocok ngobrol dengan Elias tapi Julia kan tidak merasa cocok.
Sepertinya bakalan susah mengatasi mama di kemudian hari seandainya Julia tidak bisa menerima Elias. Mama sepertinya seratus persen mendukung Julia dan Elias bersama.
Ketika Julia memikirkan hal itu tiba tiba hp nya berdering, Julia melihat nomer asing yang tertera di layar.
Elias dan mama melihat ke arah Julia, hp Julia terus saja berdering tanpa henti.
"Hallo" Julia akhirnya menjawab panggilan hp nya.
"Hallo Julia?" tanya penelphone
"Iya, saya Julia, siapa ini yah?" Julia balik bertanya setelah tidak mengenali suara penelphone.
"Ini Steve, apakah saya menganggu Julia?" Steve menjawab
"Oh kamu Steve, sorry saya kan nga tau nomer kamu, di layar hp cuma ada nomer asing yang muncul, nga nganggu kok ini lagi nyantai"
"Sorry saya baru sempat hubungi kamu, kerjaan kebetulan banyak yang dead line, jadi sibuk banget berapa hari ini"
"Ini saja masih di work shop beresin urusan adik kamu"
"Wah kamu sibuk banget yah, perlu bantuan saya?" Julia menawarkan idenya kedengaran cuma basa basi.
"hahahaha...boleh banget kamu bantuin, saya senang banget kamu yang bantuin tapi takut nga sanggup kasih gaji nya"
"Soal gaji mah gampang di atur kalau sama teman kan bisa di bicarakan"
Tiba tiba di hp Julia terdengar seseorang memanggil Steve dan menanyakan sesuatu, Julia mendengar Steve menberikan jawaban kepada orang tersebut.
Dari back ground Steve terdengar suara bising mesin pemotong kayu, pengasah kayu, benar benar bising.
"Julia sorry terputus ini ada karyawan yang tanya soal warna yang mesti dipakai"
"Ini ada beberapa karyawan yang lagi kerjain finishing jadi agak repot sedikit takut beda hasil dengan perjanjian."
Tiba tiba terdengar suara orang kembali bertanya ke Steve dan Steve memberikan pengarahan ke karyawannya.
"Julia sorry yah nanti saya hubungi kamu lagi, ini ada sedikit masalah dengan alat penyemprot cat"
"Oh ok, bye"
"Bye"
Setelah itu sambungan terputus.
Julia mematikan hpnya dan melihat mama dan Elias sedang memperhatikan dirinya.