SEASON 1 JULIA Chapter 7 Calon baru

1056 Kata
Chapter 7 calon baru Steve baru berusia dua puluh enam tahun, ia seorang usahawan bergerak di bidang design interior. Steve adalah teman sekolah Natalie ketika sma, selama ini mereka tidak saling kontak karena kesibukan masing masing. Tapi belum lama ini mereka bertemu dalam salah satu reuni kecil dengan teman teman mereka, dan akhirnya mereka mulai saling kontak kembali. Theo dan Natalie kebetulan memerlukan jasa seorang design interior untuk kamar calon anak mereka. Natalie sedang mengandung anak pertama. Usia kandungan sudah memasuki 4 bulan. Kebetulan mereka bertemu Steve dan akhirnya mereka menemukan orang yang bisa diajak diskusi mengenai kamar anak mereka. Seiring seringnya komunikasi di antara mereka, Steve diketahui masih lajang dan sedang mencari pasangan. Natalie yang mengetahui hal ini langsung menyodorkan Julia sebagai salah satu calon yang cocok. Steve juga keliatan tertarik dengan Julia ketika Natalie memberikan foto dan info mengenai Julia. Steve telah meminta nomer pribadi Julia, tapi Theo dan Natalie belum bersedia memberikan dengan alasan perlu menanyakan persetujuan dari Julia. Selama menunggu pesanan makanan datang, mereka terlibat percakapan yang ringan dan santai. "Steve, bagaimana hasil perkembangan pembuatan furniture buat kamar baby?" tanya Natalie "Sudah hampir selesai delapan puluh persen, ini cuma tunggu finishing dan ada beberapa detail kecil yang lagi dikerjakan. Tenang saja akhir bulan ini sudah beres semua, tinggal di pasang di kamarnya." jawab Steve "Bikin yang bagus Steve, jangan bikin kecewa ntar kalau hasilnya memuaskan kita rencana mau renov kamar kita sendiri setelah baby nya lahir" "Tenang boss pasti ok hasilnya, di jamin, mana berani bikin kecewa kalian." Setelah mendengar dari Steve, Natalie terlihat puas. Tidak lama kemudian makanan sudah datang. Menu pesanan mereka tersaji rapi di meja, Ayam goreng mentega, baby kailan cah seafood, ikan gurame asam manis, lumpia goreng isi udang dan kuah yong tahu. Semua makanan tersebut membuat nafsu makan Julia bertambah. Ia sudah tidak sabar untuk mulai menyantap hidangan yang tersaji tapi ia malu untuk memulai terlebih dahulu. Ia memberi kode ke arah Theo dan Natalie untuk segera memulainya. Theo dan Natalie yang melihat kode Julia hanya tersenyum geli. Julia memang paling tidak tahan kalau melihat makanan enak. "Mari makan jangan malu malu Steve, Julia sudah lapar dari tadi, dari rumah dia sudah menahan lapar supaya bisa makan banyak sekarang" ledek Natalie "Iya, depan kita nga perlu jaga image Steve, makan aja sepuasnya" lanjut Natalie Steve yang mendengar perkataan Natalie tertawa dan melihat kearah Julia yang berada di sampingnya. Sedangkan Julia mendengar ledekan Natalie melotot marah ke arah Natalie. "Siapa yang lagi kelaparan? kamu sendiri yang lapar kok bilang aku yang lapar" sembur Julia. Julia yang sedang marah terlihat lucu di mata Steve. Mereka semua tertawa melihat reaksi Julia. "Sorry sorry gue yang lapar Steve, bukan Julia, mana mungkin Julia yang lapar, gue cuma bercanda Julia, jangan ngambek dong, ntar jadi cepat tua kalau ngambekan kamu nga imut lagi" ralat Natalie sambil menahan tawa berusaha memperbaiki mood iparnya. "Maklum wanita hamil bawaannya laper aja loh Steve, badan gue ampe melar makan melulu" lanjut Natalie Wajah Julia berubah menjadi merah karena malu mendengar ledekan Natalie bener benar mengemaskan. Keinginannya untuk makan banyak langsung hilang, tiab tiba saja ia merasa tidak lapar lagi. Dalam hati Julia memarahi iparnya tersebut, karena iparnya bisa bercanda mengatakan ia cewe yang rakus, menjatuhkan imagenya saja. Di depan cowo yang mau dikenalin malah dirinya di bikin malu. Bagaimana kalau Steve percaya kalau ia perempuan yang barbar kalau makan. Julia tidak berani melihat ke arah Steve yang duduk di sampingnya. Ia hanya mendengar suara tawa laki laki tersebut. Membuat dirinya semakin kesal. Ini benar benar hari yang sial buat Julia. Sebenarnya Julia merasa Steve cukup menarik, ia memiliki harapan tinggi terhadap Steve. Penampilan yang tidak mengecewakan, tingkah lakukan yang easy going tapi masih ada batasannya membuat Steve mendapat nilai tambah. Steve bukan pria yang suka ngobrol panjang lebar, ia termasuk pria yang kalem dan cool. Ia hanya mengeluarkan suaranya ketika di tanya, jarang ia memulai pembicaraan. Sebenarnya Julia lebih tertarik dengan pria pria yang cool, menurutnya pria cool itu misterius. Membuat ia penasaran dengan pria tersebut. "Sudah sudah makan saja, jangan bercanda lagi, ayo Steve jangan malu malu, Julia kamu juga makan saja jangan ngambekan" Theo berkata sambil memulai mengambil makanan yang di meja. Steve terlihat memulai juga di ikuti oleh Natalie, mereka semua santai menikmati makanan mereka. Julia juga mulai makan walau moodnya masih jelek tapi karena rasa makanan di meja semuanya enak enak membuat ia melupakan kejadian tadi. Ia tidak memikirikan apa apa lagi selain makanan di depan matanya. Selama menyantap makanan jarang terdengar percakapan di antara mereka. Masing masing sibuk dengan makanan mereka. Setelah makanan di meja sudah bersih di habiskan oleh mereka berempat, mereka kembali memulai percakapan. "Bagaimana Steve makanannya enak nga? ini salah satu resto favorite keluarga kita, selain dekat rumah, masakannya enak, harganya juga murah dibanding resto lain" tanya Natalie. "Tidak mengecewakan, jauh jauh ke sini bermacet ria, akhirnya ke bayar oleh rasa makanannya" jawab Steve "Julia yang pertama kali mengetahui resto ini, ia yang menyarankan kami untuk mencoba masakan disini, kami biasa percaya dengan lidah Julia" "Ia paling pintar menemukan resto yang masakannya enak enak, harganya murah dan tempatnya nyaman" "Biasa kita suka tanya sama dia resto mana aja yang harus di coba kalau ke tempat tertentu yang kita tidak tau daerahnya" Natalie menjelaskan "Oh, Julia pencinta kuliner?" tanya Steve Julia yang hanya diam saja tiba tiba mendengar pertanyaan Steve terkejut. Ia tidak tahu apakah pertanyaan ini diajukan kepadanya atau kepada Natalie. Julia melihat ke arah Steve tapi Steve sedang melihat ke arah Natalie lawan bicaranya dari tadi. Natalie malah melihat ke arah Julia. Setelah itu Steve menoleh kearah Julia karena tidak mendapat respon, menunggu jawaban Julia. "Tidak juga, cuma suka saja mencoba tempat baru buat kumpul bersama teman, karena kalau di tempat yang sama membosankan" jawab Julia "Lain kali saya bisa tanya ke kamu kalau butuh rekomendasi resto yang ok?" tanya Steve "Oh ok ok saja tidak masalah" jawab Julia "Benar itu Steve kamu bisa tanya ke Julia, dia paling banyak tau soal ini." Natalie tiba tiba berkata "Baik lah kalau begitu kalau saya lagi bosan dan ingin mencoba tempat baru saya akan menghubungi Julia" "Boleh saya minta nomer hp kamu Julia?" tanya Steve sambil mengeluarkan hp miliknya. "Oh nomer hp saya 081xxxxxxx" Julia memberikan nomernya kepada Steve. "Ok thanks, kapan kapan saya akan hubungi kamu" kata Steve setelah ia menyimpan nomer Julia. Julia mengganggukan kepalanya tanda setuju.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN