Wulan tidak tahu apa yang terjadi pada Bhumi saat ia pergi selama dua jam lepas waktu makan siang. Ia meminta pak Manaf, sang sopir untuk menunggu di kantornya dan lebih memilih mengemudi sendiri menuju tempat yang katanya rumah sakit. Wulan yang pada mulanya tidak ingin tahu, mendadak kepo saat dirinya sedang berada di ruangan pria itu ketika waktu makan siang tiba. Disana, sang supir yang dianggap paman sendiri oleh Bhumi sedang duduk didepan televisi flat yang merupakan fasilitas kantor khusus untuk Bhumi sejak ia berhasil memenangkan penghargaan sebagai pembawa acara berita terbaik di Indonesia selama beberapa kali. "Pak Manaf kok di sini?" Tanya Wulan bingung ketika menemukan sosok yang tidak asing lagi sedang fokus menatap layar yang menayangkan sinetron hidayah kegemarannya. "Oh

