Di dalam mobil, Wulan bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu antara dirinya dan sang atasan. Dirinya bahkan menyibukkan diri dengan membolak-balik buku barunya yang tebal, hingga membuat Bhumi mengerenyitkan dahi saat melihatnya tampak serius. "Sasha bilang kamu kuliah jurusan teknik." Kata Bhumi. Wulan mengangguk. "Arsitektur?" Tanyanya lagi. Gadis itu menggeleng. "Teknik sipil, pak." Bhumi tersenyum. "Insinyur, dong." Katanya lagi. "S.T pak sekarang." Balas Wulan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. Bhumi tertawa. "Iya, sarjana teknik. Maksud saya, lulusan dari sana biasanya disebut insinyur, kan?" Wulan mengangguk. "Susah nggak pelajarannya?" Tanya Bhumi lagi. "Tergantung, pak. Kalau bodoh, ya susah." Bhumi kadang-kadang merasa kalau Wulan ini sangat mengerikan.

