Bhumi tidak percaya bahwa saat ini dia sedang bersama Felix dan siapa lagi kalau bukan seseorang yang sejak pagi membuat emosinya naik turun, si gadis bulan, si bunga kana yang menolak disebut bulan oleh Bhumi, demi mendapatkan maaf dari gadis itu. "Kenapa kita kesini?" Tanya Bhumi menatap ke arah sekelilingnya dengan bingung. Beberapa orang yang mengenalnya tersenyum padanya dan ia dengan kikuk membalas sapaan mereka semua. Jelas ia bingung, Wulan ternyata membawanya kebagian lantai dasar Blok M yang terkenal dengan tempat penjualan buku bekas berharga miring, yang penjualnya kebanyakan pindahan dari lapak lama di Kwitang. Seumur hidupnya, Bhumi belum pernah mampir ke tempat ini. "Nolongin saya bawa buku dong, pak." "There are a lot of bookstores out there, and I can't believe you c

