Mendekati singa terluka kadang butuh usaha yang keras. Niatnya ingin membantu mengobati, namun yang ada malah mendapat luka cakar yang parah. Begitupun hal yang dialami Bhumi saat ini. Sebesar apapun niat dirinya ingin berusaha memperbaiki hubungan kerjanya dengan Wulan, gadis itu selalu menunjukkan taring dan cakarnya yang tajam bahkan dari radius cukup jauh sehingga jangankan untuk mengajaknya bicara baik-baik, mendekatinya saja butuh usaha yang keras. Benar-benar keras hingga rasanya Bhumi ingin memutuskan menyerah, namun semakin ia menyerah, maka semakin besar pula sesuatu yang lain dalam hatinya mendesak ia agar tidak boleh patah semangat. Ia bahkan ingin tertawa, begitu susahnya ia harus mencoba untuk meminta maaf atas khilafnya satu hari yang lalu hingga membuatnya dibenci seteng

